RADAR JOGJA – Ketiga terdakwa kasus tragedi susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi Sleman mengajukan pledoi untuk meminta keringanan masa hukuman, Senin (3/8). Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut para terdakawa kasus susur Sungai Sempor dengan tuntutan dua tahun penjara.

Seperti diketahui, tuntutan dari pihak JPU didasarkan pada tindakan terdakwa terbukti memenuhi empat unsur pidana dalam Pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP junto Pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Namun, kuasa hukum terdakwa DDS, Safiudin menyampaikan dari ke empat unsur  tersebut, hanya satu yang terpenuhi, yakni unsur menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Yang menjadi persoalan, sambungnya, adalah unsur keempat berkaitan dengan ketiga terdakwa, yang dianggap turut serta melakukan perbuatan. ”Pertanyaannya, siapa yang menjadi pelaku utama, kan harus jelas,” jelasnya dalam sidang yang digelar di PN Sleman Senin (3/8).

Unsur keempat tersebut yang menjadi poin penting kuasa hukum DDS dalam menyampaikan pledoinya. “Siapa pelaku utama dalam kasus ini, siapa orang yang menyuruh,” ucapnya.

Dikatakan, karena pasal 55 ayat (1) KUHP ini harus jelas. Sementara dalam pasal ini, terdapat tiga syarat, yaitu yang orang yang melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan. Saifudin pun mempertanyakan pelaku utama dalam kasus tersebut. ”Itu tidak fair secara hukum, turut serta itu dihukum, kalau pelaku utamanya sudah dihukum dulu,” ungkap dia.

Safiudin menyampaikan, karena salah satu unsur tidak terpenuhi maka terdakwa DDS harus dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan saat vonis. Hal itu dikarenakan tindak pidana yang didakwakan kepadanya tidak terbukti secara sah dan menyakinkan. ”Dua tahun itu cukup berat,” lanjutnya.

Semantara, tim kuasa hukum terdakwa R Sudarsono menyampaikan, secara tegas mengajukan pembelaan terhadap R untuk tuntutan dua tahun hukuman. Mengingat, terdakwa saat itu tidak ada di lokasi dan hanya menggantikan posisi guru yang seharusnya masuk. “Atas dasar itu, kami mengajukan pembelaan bagi terdakwa,” jelasnya.

Pihaknya juga menginginkan majelis hakim memutuskan membebaskan terdakwa dari segala tuntutan. “Apabila majelis hakim berpendapat lain mohon berikan putusan bebas atau hukuman yang seringan-ringannya,” harapnya. (cr1/bah)