RADAR JOGJA – Tim pemusatan latihan daerah (Puslatda) sepatu roda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) sejatinya sudah kembali berlatih di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul beberapa waktu lalu. Hanya, karena kasus Covid-19 di Bantul melonjak, para atlet pun diimbau untuk berlatih di klub masing-masing.

Pelatih Puslatda sepatu roda DIJ Sugeng Lasono mengatakan, timnya sudah sempat tiga kali menggelar latihan di SSA. Itu menyusul dibukanya kembali SSA oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Bantul pada awal Juli lalu. “Karena Bantul zona merah, saya imbau atlet untuk kembali latihan di klub,” katanya.

Ya, sebelumnya tim sepatu roda DIJ memang kerap menggunakan SSA sebagai venue latihan. Hanya, setelah Covid-19 melanda SSA ditutup sementara untuk umum. Latihan pun terpaksa dilakukan secara mandiri untuk mencegah persebaran virus kepada seluruh atlet.

Atlet Puslatda Sepatu Roda DIJ berlatih di SSA sebelum pandemi Covid-19 merebak.(ANA R. DEWI/RADAR JOGJA)

Dikatakan, sejak empat bulan lalu para atlet terus berlatih intensif untuk menjaga kebugaran. Latihan dilakukan dengan memperhatikan protokoler kesehatan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ. Kendati begitu, Sugeng berharap masa tanggap darurat yang berakhir pada 31 Agustus nanti tidak diperpanjang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ. “Mudah-mudahan pandemi cepat mereda agar latihan dapat berlangsung normal,” ujar pelatih 38 tahun itu.

Salah satu atlet Puslatda sepatu roda DIJ Aradhana Wikanestri mengaku sejauh ini latihan berjalan lancar. Dalam sepekan latihan digelar sebanyak tiga hingga empat kali. “Ini sudah masuk minggu ketiga. Saat ini kami kembali ke fase persiapan umum dan kalau di klub, saya dipoles kembali tekniknya,” bebernya.

Sebagai informasi, di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2121 tim sepatu roda DIJ diperkuat empat atlet terbaik. Mereka adalah Naviska Putri Alifah, Aurelia Nariswari Putri Sigit, Chalila Addinawati, dan Aradhana Wikanestri. (ard/bah)