RADAR JOGJA – Jelang peringatan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus mendatang, pedagang bendera dan umul-umbul musiman mulai bermunculan. Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Jogja selasa 4/8 melakukan pemantauan pedagang di kalan Juminahan, Cokrodirjan, Kecamatan Danurejan, Kota Jogja. Koordinator Forpi Kota Jogja Baharuddin Kamba menilai keberadaan para pedagang ini dapat mengganggu para pejalan kaki.

“Tumpukan bambu meskipun tidak banyak dan sudah diikat nampak berada di trotoar dekat atas jembatan yang digunakan para pejalan kaki,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (4/8).

Salah satu pedagang bendera bernama Oni juga mengaku pada Forpi Kota Jogja bahwa dia sudah pernah didatangi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja agar lapak dagangannya tidak mengganggu dan membahayakan para pejalan kaki. 

Dari hasil pemantauan Forpi Kota jogja, hanya disisakan jalan selebar satu konblok untuk para pejalan kaki. Sedangkan di tahun-tahun sebelumnya lebih banyak tumpukan bambu yang ditaruh di atas jembatan dan tidak ada ruang untuk pejalan kaki sama sekali.

Dari hasil pemantauan ini, Forpi Kota jogja meminta pihak Kelurahan bersama SatPol PP Kota Jogja agar melakukan teguran dan pembinaan terhadap para pedagang bendera, umbul-umbul dan bambu untuk menata dagangannya.

“Agar tidak mengganggu akses pejalan kaki,” ujarnya. (tif)

.