RADAR JOGJA – Posko terpadu pariwisata Parangtritis secara resmi beroperasi Minggu (2/8). Peresmian dilakukan oleh Bupati Bantul, Suharsono.
Suharsono menyebut, posko ini bukti kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyambut wisatawan. Berikut mengantisipasi kemungkinan buruk seputar kepariwisataan. Sebab, jumlah kunjungan di Pantai Parangtritis sudah membludak. “Protokol harus diutamakan,” tegasnya usai menilik salah satu ruangan Posko Terpadu di kawasan Parangtritis Minggu (2/8).

Bupati Bantul Suharsono (kiri) didampingi Kapolres Bantul Wachyu Tri Budi Sulistiyono dan Asisten Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bambang Guritno di Posko Terpadu Pariwisata kawasan Parangtritis (2/8). ( SITI FATIMAH/RADAR JOGJA )

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo menambahkan, petugas yang disiagakan di posko merupakan gabungan dari berbagai unsur. Mereka terdiri dari TNI, Polri, Satpol Air, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi desa di kawasan Pantai Parangtritis. “Harapannya, ini termasuk pos pengaduan,” cetus Kwin.

Posko ini berfungsi mengomunikasikan segala keluhan yang terjadi di kawasan Pantai Parangtritis. Kwin menyebut, wisatawan yang merasa membayar makanan terlalu mahal atau dituthuk oleh pedagang, dapat melapor ke posko. Termasuk wisatawan yang kehilangan barang saat berwisata.

Namun, fungsi utama posko terpadu saat ini adalah penanganan kesehatan. Tersedia kasur, perlengkapan kesehatan, alat pelindung diri (APD), dan ambulans di posko tersebut. Mengingat ada ratusan wisatawan yang tersengat ubur-ubur saat bermain di bibir pantai. Berikut menjadi posko imbauan, agar wisatawan mematuhi protokol adaptasi kebiasaan baru (AKB) Covid-19.

Dikatakan, posko ini diklaim menjadi posko terpadu pertama di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Kwin berharap posko tersebut dapat menjadi embrio posko terpadu lainnya. Selanjutnya, akan dibuat posko terpadu serupa di kawasan Dlingo. “Ini embrio, nanti kami analisis dan evaluasi. Harapannya, posko ini selanjutnya dapat menjadi pos pembantu (postu),” sebutnya.

Dilaporkan, Pantai Parangtritis sudah berhasil memberi pemasukan Rp 1,6 miliyar. Itu terkumpul sejak Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis beroperasi sejak 27 Juni silam. Rata-rata jumlah kunjungannya lima ribu wisatawan di hari Sabtu. Dan membludak pada hari Minggu, dengan rata-rata 10 ribu wisatawan per hari. Sementara hari di hari biasa, kunjungan wisatawan sekitar dua ribu orang.

Kasat Binmas Polres Bantul AKP Ropiqoh menjelaskan, posko beroperasi tiap akhir pekan dan hari libur nasional. Kegiatan utamanya saat ini adalah memberikan imbauan tentang protokol pencegahan Covid-19. Baik terhadap wisatawan dan pelaku wisata. “Kami mulai apel pukul 08.00 sampai 18.00,” ucapnya. (cr2/bah)