RADAR JOGJA – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat dari 9.034 hewan kurban terdapat ratusan hewan yang terinfeksi cacing hati. Tercatat sebanyak 184 ekor sapi dan dua ekor kambing terinfeksi penyakit hewan dengan nama latin faciola hepatica.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono menjelaskan, dari hewan-hewan kurban yang terdiagnosis faciola hepatica, dagingnya masih bisa dikonsumsi. Namun, organ yang terinfeksi harus dibuang. “Jika yang terserang kurang dari sepertiga, cukup dibuang organ yang terkena cacing hati. Sisanya dapat dikonsumsi dengan catatan sudah dimasak sampai dengan benar,” jelas Heru Minggu (2/8).

Dijelaskan, untuk sapi ada sekitar 5 persen dari jumlah keseluruhan 3.686 ekor. Untuk tahun ini, hewan kurban paling banyak di Sleman adalah domba, dengan jumlah 4.252 ekor. Dan kambing sebanyak 1.096 ekor.

Untuk pelaksaan penyembelihan hewan kurban, pihaknya terus intensif memantau ke lapangan. Dengan menerjunkan para petugas untuk memonitoring. Agar proses pemotongan berjalan sesuai dengan arahan.
Ditegaskan, selama masa penyembelihan, protokol kesehatan harus dijalankan dengan baik. Seperti, panitia kurban wajib menyediakan thermogun, memakai masker atau face shield, physical distancing, cuci tangan dan sebagainnya.

Sementara itu di Gunungkidul, hari ketiga Idul Adha, Dinas Pangan dan Pertanian (DPP) Kabupaten Gunungkidul menemukan belasan kasus cacing hati. Adapun total hewan kurban, sapi sebanyak 2.445 ekor, kambing 9.714 ekor, dan domba 246 ekor. DPP sendiri mengeluarkan rekomendasi ke 1.424 lokasi penyembelihan di 18 kapanewonan. “Pemeriksaan sementara total ada 18 kasus cacing hati ringan,” kata Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto Minggu (2/8).

Dia menjelaskan, petugas pemantau lapangan lokasi penyembelihan hewan kurban menerjunkan 250 orang. Total ada 1.424 lokasi penyembelihan hewan kurban. Sementara jumlah tempat pemotongan hewan (TPH) sebanyak 20 titik. “Karena kurangnya tenaga, tidak semua TPH melakukan pemotongan hewan,” ujarnya.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Veteriner, Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, daging yang terjangkit cacing hati tidak layak dikonsumsi. “Bila terlanjur dimakan asal sudah dimasak matang tidak apa-apa,” jelasnya. (cr1/bah)