RADAR JOGJA – Sebanyak delapan Kapanewon di Kulonprogo masuk zona hijau atau aman. Kondisi itu menunjukkan keseriusan pemkab dan masyarakat Kulonprogo dalam mengantisipasi pandemi Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Banding Rahayu jati menjelaskan, berdasarkan peta risiko penyebaran Covid-19, tinggal empat kapanewon masuk zona oranye atau tingkat penyebaran Covid-19 berada di level sedang. Empat kapanewon yang masuk zona oranye yakni Temon, Panjatan, Lendah dan Pengasih. Sedangkan kapanewon yang masuk zona hijau meliputi Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap, Nanggulan, Sentolo, Galur dan Wates.

Disebutkan, penilaian berdasarkan tiga indikator gugus tugas pusat, yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan. ”Tiga kategori itu meliputi 15 variabel penilaian untuk tiap wilayah,” jelasnya.

Ditambahkan, peta penyebaran sifatnya dinamis dan sementara, selalu ada dievaluasi setiap dua pekan sekali. Sehingga ada kemungkinan kapanewon yang semula zona kuning bisa naik ke zona merah atau malah turun ke zona hijau.

Begitupun sebaliknya dengan kapanewon yang saat ini di zona hijau, ada kemungkinan naik ke zona kuning atau bahkan merah. Kemungkinan perubahan itu bisa berlangsung dalam waktu singkat maupun lama.

Dicontohkan Kapanewon Wates yang notabene masuk zona hijau sempat kembali ada tambahan kasus baru. Oleh karena itu, warga Kulonrprogo baik yang tinggal di zona hijau maupun oranye diimbau untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan karena seperti diketahui kasus Covid-19 di Kulonprogo masih terus muncul. Hingga saat ini tercatat ada 33 kasus positif dengan 10 di antaranya masih dalam perawatan. Sisanya 23 kasus sudah dinyatakan sembuh,” ucapnya.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo menegaskan, new normal merupakan tatanan hidup baru, artinya selama belum ditemukan vaksin atau obat korona, maka protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tetap wajib diterapkan. “New Normal itu tergantung masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya jika bisa disiplin dan patuh dengan protokol kesehatan maka Kulonprogo boleh dibilang siap menghadapi new normal. (tom/bah)