Radar Jogja – Ada yang agak berbeda dalam Idul Adha kali ini yang jatuh kemarin (31/7). Biasanya, warga di Kota Jogja melakukan penyembelihan hewan kurban di sekitaran masjid tempat tinggal atau lokasi lainnya.
Idul Adha kali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong warga melakukan penyembelihan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan Kota Jogja. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kerumunan warga sebagai langkah pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19).
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menyadari betul potensi penyebaran Covid-19. Apalagi, menurutnya, rentang waktu proses penyembelihan hewan kurban cukup panjang. Ada aktivitas jual beli hewan kurban, takbiran, dan salat Id. Setelah itu dilakukan pemotongan hewan kurban yang dilanjutkan distribusi daging.
”Kita semua harus sadar, saat ini situasinya masih ada pandemi Covid-19. Kita harus saling menjaga agar tidak tertular. Maka, harus dioptimalkan betul penyembelihan di RPH Giwangan ini,” katanya saat meninjau pemotongan hewan kurban di RPH Giwangan kemarin (31/7).
Panduan penyembelihan hewan kurban itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Jogjakarta Nomor 451/9162/SE/2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Idul Adha 1441 H/2020 dalam Situasi Pandemi Covid-19 di Kota Jogjakarta. Dalam panduan itu disebutkan, pengurus masjid atau warga yang hendak menyembelih kurban di wilayah tempat tinggal harus mengajukan izin terlebih dahulu ke Pemerintah Kota Jogja. Selain itu, penyembelihan dianjurkan dilakukan di RPH Giwangan untuk mencegah potensi penularan Covid-19 akibat kerumunan yang ditimbulkan dalam kegiatan tersebut.
Kendati demikian, Haryadi mengakui masih cukup banyak warga yang tidak melakukan penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan. Dia berpesan warga yang melakukan penyembelihan hewan di wilayah masing-masing mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, limbah pemotongan harus dibuang di lokasi yang seharusnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sugeng Darmanto mengungkapkan, ada 146 sapi yang didaftarkan warga untuk disembelih di RPH Giwangan. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan saat Idul Adha tahun lalu yang berjumlah 115 sapi.
Sugeng menyatakan, pihaknya masih menerima pendaftaran penyembelihan hewan kurban. Sebab, PRH Giwangan masih melayani penyembelihan hewan kurban hingga Senin mendatang (3/8). ”Kuota hewan untuk disembelih di RPH Giwangan itu 205 ekor. Jadi, kami masih membuka pendaftaran bagi warga yang ingin menyembelihkan kurbannya di sini,” ujar Sugeng.
Hingga pukul 15.00 kemarin (31/7), ada 280 lokasi penyembelihan hewan kurban di Kota Jogja di luar penyembelihan di RPH Giwangan. Dari ratusan lokasi tersebut, terdapat hewan kurban 1.286 sapi, 1.529 domba, dan 729 kambing.
Danantoro, pengurus Takmir Masjid Al Huda Karangwaru Lor, menyampaikan, tahun ini merupakan pengalaman pertama pihaknya melakukan penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan. Sebelumnya, pihaknya selalu melakukan penyembelihan kurban di sekitar masjid dengan melibatkan warga. Penyembelihan melalui RPH Giwangan ini dilakukan untuk mencegah risiko penularan Covid-19.
Dia menyatakan, saat pendemi Covid-19 memang lebih baik melakukan penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan ”Apalagi kondisi sekarang ini, untuk mengurangi risiko Covid-19, ya lebih baik di sini (RPH Giwangan). Kalau dipotong seperti biasa di masjid, jumlah panitia akan terlalu banyak. Tidak bisa dihindari semua warga ingin ikut membantu,” jelasnya. (*/kur/amd/er)