RADAR JOGJA – Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa bidang Rekayasa Sosial Kemasyaratan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (1/8). Dalam orasi ilmiahnya di Auditorium UNY, Bupati Kulonprogo periode 2011-2016 dan 2016-2019 ini memaparkan pentingnya pendidikan vokasi. Yakni untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang terampil, kompeten, berkarakter dan mumpuni. 

“Sebab pembangunan yang berkelanjutan harus dengan investasi besar dalam sumber daya manusia. Inilah urgensi pendidikan vokasi (yang diterapkan) demi kemandirian Kulonprogo,” jelasnya.

Menurutnya, pendidikan vokasi dibutuhkan sebagai jawaban pendidikan umum yang belum sepenuhnya efektif mengembangkan keterampilan sesuai dengan tuntutan dunia kerja/pasar. Pendidikan vokasi terus dikembangkan dalam berbagai pola integrasi dan kolaborasi dengan pihak industri dan pemerintah.

Perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik untuk kesejahteraan rakyat juga harus dengan paradigma baru. 

“Tidak cukup dengan inovasi pelayanan yang sekadar menjadi bagian dari normal sains akan tetapi harus dengan perubahan paradigma yang revolusioner, merubah mindset, merubah tatanan/regulasi,” lanjutnya.

Sementara itu Rektor UNY Sutrisna Wibawa berharap pengakuan akademik ini dapat menjadi amanah bagi Hasto untuk terus berdedikasi dan berkomitmen dalam pengembangan masyarakat vokasional berbasis teknologi unggul. Sehingga ilmu vokasi dapat berkembang lebih luas, melibatkan multidisiplin dan komponen pemerintahan, serta terus berkembang dan relevan untuk pembangunan masyarakat. 

“Praksis penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan untuk pembangunan, layaknya sudah dilakukan Hasto Wardoyo, harus terus dikuatkan, ditularkan, dan senantiasa dikembangkan sehingga bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Sutrisna juga menilai Hasto sebagai salah satu tokoh langka yang selama kepemimpinannya selalu menggunakan data dan teknologi sebagai acuan pengambilan kebijakan. (tif)