RADAR JOGJA – Menjelang perkuliahan di semester baru, sebagian besar aktivitas perkuliahan akan digelar secara daring. Namun, Perguruan Tinggi (PT) di DIJ diperkenankan untuk menggelar pembelajaran tatap muka dengan sejumlah catatan.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah V Prof Didi Achjari mengatakan, pihaknya memperkenankan digelarnya pembelajaran tatap muka untuk perkuliahan yang tak bisa dilaksanakan secara daring. “Kalau perkuliahan di laboratorium, praktikum, atau kegiatan lain seperti skripsi, disertasi, dan tesis yang harus selesai pada semester ini maka dimungkinkan melakukan secara luring,” katanya.

Didi menjelaskan, mahasiswa dan calon mahasiswa baru tak diwajibkan datang ke Jogja saat tes ujian masuk. Sebab, seleksi bisa dilakukan secara daring. “Memungkinkan calon mahasiswa untuk tes ujian tidak secara fisik. Jadi tidak perlu datang ke Jogja karena berisiko,” jelasnya.

Dia memprediksi bahwa kedatangan mahasiswa baru dari luar daerah jumlahnya sangat sedikit. Sebab, selain perkuliahan online, masa orientasi baru juga dilaksanakan secara daring.

Didi belum bisa memperkirakan jumlah mahasiswa yang akan datang ke Jogja. Saat ini tercatat terdapat 102 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan tiga Perguruan Tinggi Negeri di bawah naungan LLDIKTI. Adapun jumlah mahasiswa keseluruhan bisa mencapai 300 ribu orang.

Kampus-kampus diminta untuk segara menentukan perkuliahan yang bisa dilakukan secara daring maupun luring. Juga menyiapkan sarana dan prasarana bila ingin menyelenggarakan perkuliahan langsung. “Akan kami tanyakan ke kampus-kampus apakah model pembelajaran dengan menerapkan protkol kesehatan bisa diselenggarakan. Kalau tidak bisa untuk saat ini jangan memaksakan,” jelasnya. (tor/bah)