RADAR JOGJA – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kota Jogja mencatat adanya 280 lokasi penyembelihan di wilayahnya. Total data sementara ada sekitar 1.286 sapi, 1 ekor kerbau, 1.529 domba dan 729 kambing. Data ini masih di luar data penyembelihan hewan kurban di rumah pemotongan hewan (RPH) Giwangan.

Kepala Dispertan Kota Jogja Sugeng Darmanto mengakui adanya penurunan jumlah hewan kurban. Berdasarkan data tahun lalu ada 2.700 ekor sapi tersembelih. Sementara untuk kambing mencapai 4.800 ekor kambing.

“Tapi ini masih berkembang terus, karena teman di lapangan masih menghitung. Ditambah masih ada penyelenggara yang belum sempat melapor,” jelasnya ditemui di RPH Giwangan, Jumat (31/7).

Peningkatan penyembelihan hewan kurban justru terjadi di RPH Giwangan. Data tahun lalu mencapai 115 hewan kurban tersembelih. Untuk data sementara tahun ini mencapai 146 ekor sapi dan 50 ekor kambing dan domba.

Peningkatan ini setelah diterapkan kebijakan pemerintah untuk menganjurkan pemotongan hewan kurban dilaksanakan di RPH. Berlaku apabila setiap wilayah belum mengajukan permohonan ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

“Daftar lewat BAZNAS, sementara ada 146 ekor sapi. Ini terjadi peningkatan dibanding tahun lalu hanya 115 ekor. Untuk tahun ini berlangsung empat hari sampai Senin (3/8),” katanya.

RPH Giwangan sendiri menargetkan 205 ekor sapi. Sementara untuk kambing mencapai 200 ekor. Pembagian perharinya mencapai 50 ekor sapi dan 50 ekor kambing perharinya.

Data terakhir, RPH Giwangan menyembelih sebanyak 50 ekor sapi. Sementara untuk kambing mencapai 15 ekor. Penyembelihan hari pertama berlangsung dari 07.00 hingga 12.00.

“Kalau untuk hari kedua hingga empat dimulai dari 01.00 dini hari sampai selesai, kemungkinan siang,” ujarnya.

Walau terjadi peningkatan, namun tidak semua terfasilitasi. Diketahui kebijakan pemotongan di RPH dikhususkan bagi warga Kota Jogja. Apabila pintu ini dibuka tentu jumlah antrian hewan kurban di RPH Giwangan meningkat.

“Tahun ini memang khusus warga Kota Jogja, jadi yang luar daerah tidak bisa masuk,” katanya.

Pemotongan hewan kurban di RPH Giwangan menerapkan protokol Covid-19 dengan membatasi orang yang boleh memasuki fasilitas tersebut. Mekanisme pembagian daging kurban juga telah ditentukan oleh RPH Giwangan.

“Bagi masyarakat yang sudah mendaftarkan pemotongan hewan di RPH nanti setelah selesai petugas dari panitia yang akan membawa ke lokasinya mereka akan membagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (dwi/tif)