RADAR JOGJA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo mencanangkan gerakan pedagang kreatif lapangan (PKL) patuh protokol kesehatan Covid-19. Gerakan tersebut sebagai wujud penerapan adaptasi kebiasaan baru yang nantinya dilanjutkan ke kawasan PKL di sejumlah kapanewon.

Gerakan ini juga disertai penyaluran tempat cuci tangan portabel dari anggaran belanja tidak terduga APBD Kulonprogo. Pencanangan gerakan PKL patuh protokol kesehatan ditandai dengan pemasangan stiker tentang imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan dan penyerahan bantuan kepada PKL berupa 100 buah tempat cuci tangan portabel untuk 191 PKL di Alun-Alun Wates, PKL depan pasar wates dan PKL seputar BPD Wates, yang merupakan donasi dari Baznas Kulonprogo.

“Alun-alun Wates di tengah masa pandemi Covid-19 sudah ramai. Perekonomian masyarakat mulai bergeliat, namun di sisi lain bisa menjadi bumerang jika dalam keramaian ini tidak diterapkan protokol kesehatan,” ucap Bupati Kulonprogo, Sutedjo, Kamis (30/7).


PROTOKOL: Bupati Kulonprogo Sutedjo didampingi Wabup Fajar Gegana saat pencanganan gerakan PKL patug protokol Covid-19 di Alun-alun Watres, kemarin. ( ISTIMEWA )

Ditregaskan, masyarakat tidak boleh terjebak dalam kondisi sampai mengabaikan protokol kesehatan. “Covid-19 masih mengancam dan masih ada. Saya juga mengimbau para pedagang dan pengunjung untuk selalu menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Bagian Keamanan dan Hubungan Masyarakat Paguyuban Pedagang Alun-alun Wates (Paku Alwa), Bimo Prasetya mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan yang ditentukan oleh pemerintah. Protokol ini tak hanya berlaku bagi pedagang, tapi juga pengunjung alun-alun. “Untuk pengujung kalau tidak pakai masker kami minta cari masker, kalau tidak mau pakai, kami suruh pulang,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini Alun-alun Wates memang sudah ramai kembali. Tidak seperti dua bulan lalu yang menurutnya begitu sepi karena imbas pandemi. Dengan kian ramainya alun-alun sementara saat ini masih masa pandemi, maka penerapan protokol kesehatan terus digencarkan. “Kami rutin memantau penerapan protokol kesehatan di sini,” ujarnya.

Salah satu pengunjung Alun-Alun Wates, Purnaningtyas menyatakan, penerapan protokol kesehatan di Alun-Alun Wates cukup baik, namun warga tetap masih perlu ditingkatkan lagi karena masih ada pengunjung yang tidak tertib menerapkan protokol kesehatan. “Sudah diterapkan dengan baik protokol kesehatannya, disediakan tempat cuci tangan, diterapkan jaga jarak,” jelasnya. (tom)