RADAR JOGJA – Kabupaten Sleman menduduki peringkat tertinggi lonjakan kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) per hari ini (31/7). Tercatat ada 28 kasus baru di wilayah Bumi Sembada ini. Sementara untuk total penambahan kasus di DIJ mencapai 64 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengakui angka ini adalah rekor tertinggi penambahan kasus dalam satu hari. Berdasarkan catatannya mayoritas kasus adalah hasil tracing kontak erat kasus positif sebelumnya.

“Sebagian besar, sebanyak 16 kasus merupakan hasil tracing kontak erat kasus positif. Lalu pelaku perjalanan ada 5 kasus, hasil screening nakes Bantul ada 3 kasus dan yang belum jelas statusnya ada 4 kasus,” jelasnya, dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat malam (31/7).

Berdasarkan data tersebut mayoritas adalah hasil dari tracing kasus sebelumnya. Diantaranya tracing terhadap kasus 442, kasus 465, kasus 468, kasus 487, kasus 526 dan kasus 574. Seluruhnya memliki riwayat kontak erat dengan kasus-kasus Covid-19 terbaru.

Di satu sisi penambahan kasus ini tak akan mengendorkan upaya pemetaan Covid-19. Pihaknya akan tetap menggalakan upaya swab massal sebagai screening maupun tracing kasus. Konsekuensinya tentu potensi penambahan kasus semakin tinggi.

“Konsekuensi dari makin gencarnya tes swab adalah makin banyak ditemukan kasus positif. Apalagi kalau nanti laboratorium pemeriksa PCR bisa lebih cepat mengumumkan hasilnya akan lebih tepat pemetaannya,” katanya.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ merilis penambahan 64 kasus per hari ini. Tercatat sebagai kasus 616 hingga kasus 679. Alhasil akumulasi kasus positif Covid-19 di Jogjakarta mencapai 674 kasus.

Dari data ini Kabupaten Sleman menduduki peringkat tertinggi dengan 28 kasus. Menyusul kemudian Kabupaten Bantul dengan 23 kasus. Pada urutan ketiga Kota Jogja dengan 9 kasus dan Kabupaten Gunungkidul dengan 4 kasus. Sementara untuk Kulonprogo nihil kasus baru.

“Distribusi kasus berdasarkan riwayat adalah 26 kasus hasil screening karyawan kesehatan, 9 kasus merupakan kontak tracing kasus, 3 kasus perjalanan luar daerah, 1 kasus pasien pra operasi, 1 kasus screening karyawan. Lalu 24 kasus belum ada keterangan,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIJ Berty Murtiningsih.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIJ ini memastikan ketersediaan tempat tidur masih mencukupi. Data per 31 Juli menyebutkan kapasitas tempat tidur kritikal mencapai 29 unit. Dari jumlah tersebut baru terpakai 6 unit.

“Lalu non kritikal mencapai 321 unit, yang terpakai sudah 228. Masih tersisa 93 tempat tidur. Masih relatif aman,” ujarnya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga melaporkan 17 kasus sembuh. Sehingga akumulasi kasus sembuh mencapai 399 kasus. Detailnya 8 pasien dari Kabupaten Bantul, 5 pasien dari Kabupaten Gunungkidul dan 4 pasien asal Kabupaten Sleman.

Penambahan mortalitas juga terjadi untuk kasus pasien positif Covid-19. Tercatat sebagai pasien kasus 674. Detilnya laki-laki berusia 87 tahun asal Gunungkidul. Memiliki riwayat penyakit penyerta stroke. Sehingga total pasien positif yang meninggal dunia mencapai 20 kasus.

“Hari ini juga ada laporan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) meninggal dunia. Adalah pasien laki-laki berusia 38 tahun asal Kota Jogja. Belum dilakukan swab atas pasien ini,” katanya. (dwi/tif)