RADAR JOGJA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menegaskan, salat Idul Adha 1441 boleh dilaksanakan di masjid atau musala yang telah mengantongi surat bebas Covid-19. Tercatat, 648 rumah ibadah di Sleman telah kantongi surat rekomendasi.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmaladewi menjelaskan, surat rekomendasi aman Covid-19 diberlakukan di seluruh rumah ibadah. Dar 648 rumah ibadah yang sudah mengantongi rekomendasi, 629 diantaranya adalah masjid. Serta 19 sisanya adalah musala yang tersebar di 17 kecamatan di wilayah Sleman.

Penyelenggaraan salat Idul Adha, tambah Evie, tidak memerlukan persyaratan lain. Hanya saja penyelenggara perlu memperhatikan jarak antar jamaah dan lama waktu pelaksanaan salat. “Cukup rekomendasi aman Covid-19,” jelas Evie Kamis (30/7).

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman Jaenudin menuturkan, sosialisasi pelaksanaan ibadah Idul Adha sudah disampaikan kepada seluruh kepala KUA sejak tanggal 1 Juli lalu. Untuk tempat ibadah yang sudah mengantongi surat dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 diantaranya adalah Masjid Istiqomah Polres Sleman, Masjid Agung Soediro Hoesodo, Masjid Qolbun Salim Baitul Khidmat, Masjid Sulthoni Wotgaleh, Masjid Asy-Syifa RSUP Dr Sardjito, dan Masjid Al-Mujahidin UNY. “Lainnya adalah Masjid Al-Muttaqin MMTC, GKJ Sarimulyo, GKI Adisucipto, Masjid UIN Sunan Kalijaga, Ponpes Sunan Pandanaran, dan Gereja Santa Lidwina Bedog,” kata Jaenudin.

Takmir Masjid Agung Wahidin Soediro Hoesodo Sleman Agaerul mengaku, waktu penyelenggaraan ibadah Salat Idul Adha akan dipersingkat. Khotbah akan diberi waktu maksimal 10 menit, dan waktu salat 5 menit. Sedangkan untuk jumlah jamaah diperkirakan hanya seribu orang. “Pastinya diberlakukan protokol pencegahan Covid-19,” ujar Agaerul.

Usai salat, lokasi masjid akan dijadikan sebagai lokasi penyembelihan hewan kurban dari masyarakat sekitar. Catatan sementara, ada sembilan ekor sapi yang akan disembelih di masjid dari masyarakat Padukuhan Beran Lor, Desa Tridadi. (eno/bah)