RADAR JOGJA – Panitia pemilihan kecamatan (PPK) akan diawasi ketat. Bahkan pergerakan tangan mereka pun dikontrol. Demi menjaga netralitas dan independensinya dalam setiap tahapan Pilkada 2020 ini.

Ketua PPK Kecamatan Bantul Agus Sedyarto menjelaskan, gerakan tangan yang menyimbolkan angka tertentu dapat memicu stigma negatif. Sebab dapat diartikan beragam oleh warga yang melihatnya. “Jadi pergerakan tangan saja harus dikontrol,” tegasnya ditemui usai rapat koordinasi PPK di Kecamatan Bantul, Rabu (29/7).

Selain itu, ucapan turut menjadi hal yang harus dijaga. Penyebutan kata tertentu dapat diartikan mendukung salah satu calon. Karenanya, Komisi Pemilihan Umum Bantul berpesan agar hal itu tidak terjadi. “Termasuk mengobrol (dengan teman) yang dapat mengarah ke sana  (indikasi keberpihakan),” kata dia.

Pengawasan, disebut Agus menjadi kewenangan dari panitia pengawas kecamatan. Saat ini, PPK masih melakukan pencocokan dan penelitian yang masih berlangsung sampai tanggal 13 Agustus mendatang. “Selain itu kami melakukan sosialisasi melalui media sosial,” ucapnya.

Sedangkan Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Bantul Musnif Istiqomah menjelaskan, media sosial anggota PPK dapat menjadi objek pemantauan. Rekam jejaknya menyukai atau berkomentar pada unggahan bakal pasangan calon atau partai tertentu dapat dijadikan bukti tindak indisipliner.

PPK disebut Musnif merupakan organ KPU yang menyelenggarakan pemilihan di tingkat kecamatan. Tugasnya adalah membantu KPU menyelenggarakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Berikut membantu KPU melakukan pemutakhiran data pemilih.

Untuk itu, PPK dipastikan bukan anggota atau simpatisan partai politik minimal lima tahun. Dibuktikan dengan surat keterangan sebelum dilantik sebagai PPK. “Mereka yang lolos secara administrasi tidak berafiliasi dengan balon atau partai politik tertentu,” paparnya.

Setiap kecamatan memiliki lima orang PPK. Mereka dibantu oleh tiga orang anggota sekretariat dari golongan aparatur sipil negara minimal golongan 2B. Jadi jika ditotal di Bantul terdapat 85 PPK yang dibantu oleh 51 sekretariat. (cr2/pra)