RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan lampu hijau atas penyelenggaraan Liga 1 di wilayahnya. Tak hanya itu, izin juga diberikan kepada tiga tim yang ingin berkandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Selain PSS Sleman ada Persiraja Banda Aceh dan Borneo FC.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sleman Harda Kiswaya memastikan adanya dukungan penuh. Hanya saja dia meminta pihak penyelenggara menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. Walau dilakukan tanpa penonton namun regulasi ini sangatlah penting.

“Prinsipnya kami sangat mendukung dan terima kasih atas kepercayaannya. Kami akan buat yang terbaik untuk Liga Indonesia supaya berjalan sukses. Tapi kami juga berpesan protokolnya tetap dijaga,” katanya usai menemui rombongan PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Kantor Bupati Sleman, Rabu (29/7).

Terkait kosongnya bangku penonton, disepakati physical distancing dalam stadion sepak bola, sebagai upaya menegakan protokol kesehatan Covid-19.

“Ini sesuatu yang sangat menggembirakan walau di satu sisi keprihatinan. Agar kompetisi tetap berjalan tapi protokolnya tidak ditinggalkan,” ujarnya.

Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian menegaskan uji swab wajib bagi pemain dan official klub. Seluruhnya harus menjalani uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR) setiap 14 hari. Langkah ini sebagai upaya pendeteksian atas kasus Covid-19.

Terkait biaya ditanggung sepenuhnya oleh PT LIB. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Covid-19 pusat. Berupa pengadaan uji swab kepada seluruh pemain dan official klub.

“Sifatnya wajib per 14 hari. Untuk biaya (swab) kami juga didukung Satgas Covid-19 Nasional. Tentunya dengan tetap berkoordinasi dengan PSSI. Kalau penyelenggaraan uji swab tetap dari kami,” tegasnya.

Terkait penyelenggaran secara umum, masih ada empat tim yang belum menentukan kandang. Diantaranya Persipura Jayapura, Persebaya Surabaya, Barito Putra dan Persita Tangerang.

“Kami masih berkomunikasi, setelah Idul Adha kami akan bertemu dengan tim. Mudah-mudahan lancar dan berharap semua klub ikut,” harapnya.

Direktur Operasional PT LIB Sudjarno memastikan Maguwoharjo Internasional Stadium (MIS) telah memenuhi persyaratan. Termasuk Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul. Terutama untuk penyelenggaran siaran langsung di televisi.

Kedua stadion, lanjutnya, telah terverifikasi dan lolos standar kelayakan. Beberapa diantaranya adalah rumput dan penerangan buat kebutuhan laga malam. Hingga fasilitas pendukung di lingkungan stadion. 

“Dua venue itu schedule-nya sudah kami atur sedemikian rupa dan dua stadion itu sudah diverifikasi dan sudah memenuhi persyaratan,” katanya. (dwi/tif)