RADAR JOGJA – Setelah dibuka kembali pada Selasa (8/7) lalu, Taman Pintar (Tampin) belum didatangi banyak pengunjung. Kungjungan ke Tampin mengalami penurunan drastis dibandingkan sebelum adanya pandemi Covid-19.
Kepala Taman Pintar Afia Rosdiana kepada Radar Jogja, Selasa menyebutkan, selama dibuka kembali, pengunjung Tampin rata-rata 100 pengunjung per hari. “Masih sangat sedikit sekali,” sebutnya.

Padahal, ketika sebelum pandemi pengunjung Tampin rata-rata per hari bisa mencapai 3.000 orang. “Bahkan, kalau peak season bisa mencapai 8.000 pengunjung,” sambungnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk maayarakat. Terlebih, sudah banyak masyarakat yang lama tidak berkunjung ke Tampin.

Saat dibuka kembali secara terbatas, pihaknya juga lebih memperketat lagi protokol kesehatan. Seperti menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer. Pemberlakukan jaga jarak atau physical distancing wajib dilakukan. Pihaknya juga menyediakan protokol kesehatan di setiap wahana.

Dijelasnya, untuk jam operasional, Tampin juga belum memberlakukan operasional seperti normal. “Kalau pembatasan operasional masih terpaut satu jam, yang sebelumnya layanan sampai pukul 17.00. Saat ini sampai pukul 16.00 aja,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, dia juga akan melakukan evaluasi terkait pembukaan Tampin selama pandemi jni. Evaluasi akan dilakukan setelah satu bulan Tampin dibuka. “Namun dari hasil pengamatan, Alhamdulillah pengunjung tertib protokol kesehatan dan mau untuk melakukan scan QR Code yang telah disediakan,” lanjut Afia.

Seperti diketahui, pada 8 Juli lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali membuka beberapa tempat wisata di Kota Jogja. Meliputi, Taman Pintar, Taman Sari, juga beberapa museum. Namun, pengunjung juga belum ramai, salah satunya Museum Sonobudoyo. “Museum Sonobudoyo tidak pernah tutup selama pandemi, tetapi nyatanya juga pengunjung masih belum sebanyak seperti saat tidak ada pandemi. Pada 2019 lalu, rata-rata pengunjung kurang lebih ada 60 ribu per tahun. Yakni, sekitar 167-an pengunjung per hari. Sekarang segitu saja tidak sampai,” kata Kepala Museum Sonobudoyo Setyawan. (cr1/bah)