RADAR JOGJA – Sebanyak 49 desa di Sleman akan mengikuti pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, 30 Agustus mendatang. Sejak 25 Maret lalu, tahapan pilkades dihentikan karena Pandemi Covid-19. Tahun ini, Pilkades di Sleman akan menggunakan sistem e-voting.

Terdapat 1.220 unit alat e-voting untuk 1.102 TPS. Setiap unit terdiri dari monitor layar sentuh, card reader, laptop, kartu untuk membuka sistem, dan printer untuk mencetak struk bukti memilih.

“Kami telah melaksanakan bimbingan teknis kepada 1.220 orang yang yang merupakan ASN dinas pendidikan, guru tidak tetap, dan pekerjaan harian lepas. Dari 1.220 terdapat dua perangkat yang rusak saat pengecekan,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sleman Budiharjo di sela pengecekan alat e-voting di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis (30/7).

Dalam pelaksanannya, tetap menerapkan protokol kesehatan. Dilengkapi hand sanitizer, penyemprotan disinfektan, sarung tangan (handscoon), dan rapid test bagi pelaksana.

Kendati demkian saat ini pihaknya masih menunggu surat rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri untuk didistribusikan ke masing-masing TPS.

Untuk membuka sistem aplikasi, lanjut Budi, harus memasukkan kartu yang telah disediakan. Setelah itu daftar calon sesuai desa yang telah tersimpan di dalam laptop akan muncul dan siap dipilih. Setelah selesai, pemilih akan mendapat struk bukti telah memilih yang kemudian dimasukkan ke kotak pemilihan.

“Nanti keluat struk berisi hasil pilihan, sesuai dengan nomor dan tanggal pemilihan sebagai bukti,” tambahnya.

Dalam persiapan dan pengecekan alat e-voting, hadir Ketua Komisi A DPRD Sleman Ani Martanti. Kerusakan alat e-voting telah diganti dengan alat cadangan yang tersedia.

“Perlu dilaksanakan update kembali mendekati hari H dan alat perlu diverifikasi lagi agar tidak ada kerusakan,” katanya.

Ani juga mengimbau untuk berhati-hati dalam melaksanakan pilkades. Jangan sampai muncul klaster Covid-19 dari Pilkades Sleman.

“Kalau memang nanti mendapat rekomendasi dan Pilkades dilaksanakan 30 Agustus, harus sesuai dengan protokol kesehatan seperti pengaturan jam, pengaturan tenaga KPPS, dan kelengkapan Alat Pelindung Diri,” pesannya. (tif)