RADAR JOGJA – Dalam rangka memastikan pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) secara daring oleh siswa, SMPN 15 Jogja berupaya semaksimal mungkin membantu dan memberikan solusi bagi anak yang kesulitan. Kepala SMPN 15 Jogja Siti Arina Budiastuti mengatakan, salah satunya dengan melaksanakan kunjungan guru ke rumah siswa untuk mengetahui kondisi di lapangan.

Memastikan anak-anak belajar dari rumah dan mengetahui keterbatasan yang dimiliki siswa dalam mengikuti belajar daring. Awalnya siswa-siswa yang dikunjungi adalah anak-anak seputaran sekolah. “Awalnya hanya ingin ngaruhke saja, tetapi saat ini kami sedang fokus pada anak-anak yang belum bisa mengikuti daring secara maksimum,” katanya Rabu(29/7).

Arina menjelaskan, guru berkunjung itu sekaligus untuk identifikasi dan inventarisasi masalah yang timbul pada siswa saat BDR. Saat ini jadwal berkunjung guru setiap satu minggu dua kali. Dan masih dimungkinkan waktu berkunjung akan ditambah sesuai situasi dan kondisi siswa.
“Misal beberapa waktu lalu ada anak kembar dengan kelas berbeda tapi karena HP hanya satu, maka anak kembar itu selama daring kami jadikan satu kelas dahulu,” ujarnya. Kegiatan guru berkunjung itu melibatkan seluruh guru. Karena dalam situasi pandemi Covid-19 jam belajar daring maupun luring 27 jam pelajaran per minggunya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Santoso Asrori mengatakan, program guru berkunjung itu bertujuan memberikan penyesuaian atau pesan kepada anak bahwa pembelajaran sekolah telah dimulai. “Sebenarnya lebih secara psikis anak supaya tidak merasa sendiri. Bahwa anak sebenarnya sudah bersekolah,” katanya.

Mantan Sekretaris Disdik Kota Jogja itu menjelaskan, guru berkunjung juga sebagai upaya untuk pemetaan siswa yang mengalami kesulitan maupun keterbatasan saat BDR secara daring. Jadwal guru berkunjung bervariasi, tergantung setiap sekolah. Namun minimal bisa dilakukan satu kali dalam seminggu. Beberapa sekolah yang sudah melaksanakan guru berkunjung selain SMPN 15 Jogja adalah SMPN 16 Jogja, SDN Rejowinangun 3, SDN Ngupasan, dan SDN Keputran 1. (wia/laz)