RADAR JOGJA – Ada yang baru dalam penanganan kasus dugaan korupsi anggaran pembangunan Balai Desa Baleharjo, Kapanewon Wonosari. Tersangka lurah Baleharjo, Agus Setiawan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, Jogja.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosari, Andy Nugraha menerangkan, setelah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan, tersangka Agus Setiawan, kami bawa ke Lapas Wirogunan. Penyerahan tahap kedua dari jaksa penyidik kepada jaksa penuntut umum terkait berkas Agus Setiawan, telah dilakukan kemarin. Tersangka, diduga menggelapkan anggaran pembangunan balai desa (sekarang balai kalurahan) Baleharjo, senilai Rp 353 juta. “Berkas dinyatakan P21 atau lengkap,” tegas Andy.

Dijelaskan, dalam menunggu proses sidang, tersangka ditahan hingga 20 hari ke depan. Penahanan terhadap tersangka dilakukan karena sejumlah pertimbangan. Mulai dari kekhawatiran tersangka menghilangkan barang bukti hingga kabur. ”Oleh sebab itu setelah syarat-syarat terpenuhi dilakukan penahanan,” jelasnya.

Sementara itu, Kajari Wonosari, Koswara menegaskan, penahanan ini sambil menunggu proses lanjutan dari pengadilan. Agus Setiawan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

“Tidak ada kendala mengenai proses selama ini. Merupakan kasus lama kemudian kami selesaikan dan tersangka ditahan,” kata Koswara.

Menurutnya, selain memproses Agus Setiawan, kejari juga sedang memburu kontraktor yang menjadi pelaksana pembangunan balai desa tersebut. Kontraktor tersebut diduga kuat ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi balai desa Baleharjo. (gun/bah)