RADAR JOGJA – Menjelang pendaftaran pasangan calon (paslon) Pilkada Gunungkidul, muncul benturan kepentingan elite politik. Berbeda dengan pilkada sebelumnya, yang menonjol saat ini justru terjadi tumbukan elite politik dengan arus bawah.

Dimulai dari parpol pemenang Pileg 2019 PDI Perjuangan. Paslon yang diusung “banteng moncong putih” ini Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi, tidak sepenuhnya didukung kader parpol pengusung.

Benyamin Sudarmadi ketika dikonfirmasi mengaku tidak bisa memaksakan kehendak untuk terus diamini pendukungnya. “Pasti ada yang semula mendukung, kemudian tidak mendukung. Itu kan pilihan ya,” kata Benyamin Sudarmadi kepada Radar Jogja Selasa (28/7).

Hampir serupa, parpol dengan perolehan suara terbanyak kedua dalam Pileg 2019, Partai Nasdem juga goyah menyusul mundurnya Wahyu Purwanto dari percaturan politik. Dia mengungkapkan alasan mundur dari bursa Pilkada 2020 atas arahan kakak iparnya Preseden Joko Widodo dan Ketua DPP Nasdem Surya Paloh.

“Keputusan ini atas arahan langsung Pak Jokowi dan Ketua Umum Nasdem Bapak Surya Paloh. Tidak ada kaitannya dengan politik dinasti,” kata Wahyu.
Praktis peta politik berubah 180 derajat. DPW Partai Nasdem dipaksa putar otak untuk mencari calon pengganti. Meski hingga kini belum ada kepastian nama, Ketua DPW Nasdem DIJ Subardi menyampaikan ada 10 orang yang mendaftar.

Ada nama Mayor Sunaryanta yang masuk dalam ranking survei. “Sekarang sudah zaman maju, untuk mengubah arah politik paslon tidak sulit. Tapi untuk siapa yang akan mendapat rekomendasi, belum bisa dipastikan,” kata Subardi.
Bagaimana dengan PAN, PKS, Partai Demokrat, Partai Gerindra, PKB? Munculnya nama Sutrisno Wibawa-Ahmad Ardi Widanto yang diusung Partai Demokrat, tidak sepenuhnya didukung kader parpol pengusung. Secara terbuka dari total 18 PAC, 16 di antaranya menolak keputusan itu dan menjagokan calon lain.

“Pemikiran elite politik atas dengan arus bawah beda. Kami mempunyai pilihan sendiri,” kata Wakil Sekretaris DPC Demokrat Gunungkidul Ngatiminarto.
Lalu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi melabuhkan dukungan ke bakal pasangan calon (bapaslon) Sutrisna Wibawa dan Mahmud Ardi Widanto. Dukungan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan DPP PKS. “Kami segera menggelar konsolidasi,” kata Ketua DPD PKS Gunungkidul Ari Siswanto.

Gerindra dan PKB sejauh ini belum ada kepastian mengusung paslon siapa dalam pilkada kali ini. Kedua parpol ini harus segera menentukan jagonya karena tahapan pendaftaran paslon dijadwalkan 4-6 September 2020. “Rekomendasi sudah (turun), yang belum SK,” kata Ketua DPC Gerindra Purwanto. (gun/laz)