RADAR JOGJA – Acara resepsi pernikahan mulai diperbolehkan untuk diadakan. Namun, menurut Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, tidak mudah menyelenggarakan sebuah kegiatan di tengah pandemi ini. “Pekerjaan ini tidak mudah perlu penataan yang rigit, teliti, melibatkan banyak orang, komunitas termasuk budayawan/seniman,” jelasnya saat dihubungi Selasa(28/7).

Selain wajib menerapkan protokol kesehatan, penyelenggaraan pesta pernikahan juga disarankan untuk tidak mengundang tamu lebih dari 200 orang. Jadwal kehadiran tamu juga sebaiknya diatur agar tidak terjadi penumpukan yang berpotensi terjadi penularan virus. “Sebisa mungkin undangan tamu maksimal 150-200 orang saja, itu pun harus diatur waktunya agar tidak menumpuk. Jangan berlebihan karena saat ini kondisinya berbeda, yang penting hikmat dan aman,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Forkoppam Dora Lina Bineri menjelaskan, telah melakukan simulasi yang diselenggarakan oleh Forkoppam yang terdiri dari gabungan tujuh asosiasi, yakni Himpunan Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati, MUA Hunter Kedu, Asosiasi Dekorasi Magelang, Ikatan Pekerja Musik Magelang, Magelang Master of Ceremony, Wedding Documentator Magelang Raya, dan Ikatan Wedding Organizer Magelang. “Seluruh asosiasi ini melingkupi 198 vendor, yang menaungi asisten, kru dan freelancer sejumlah 1.079 orang,” katanya.

Rangkaian simulasi ini meliputi upacara panggih gaya Surakarta dan resepsi pengantin tradisional dengan konsep duduk dan hidangan pelayanan penuh. Selanjutnya, simulasi pengantin internasional dengan konsep berdiri dan hidangan pelayanan pelayanan kategori silver.

Simulasi diadakan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat dan para penyelenggara pernikahan. Termasuk calon pengantin, agar dapat menyelenggarakan pesta dengan penerapan protokol kesehatan dan keamanan di masa adaptasi kebiasaan baru. “Untuk itu kami mohon dukungan pemangku kepentingan dan semua pihak, dengan harapan industri pernikahan di Magelang dapat bangkit dan berjalan,” jelasnya. (asa/bah)