RADAR JOGJA – Kunjungan kerja aparatur sipil negara (ASN) ke perkantoran sudah mulai bergeliat. Termasuk tamu dari zona merah juga ada yang sudah terjadwal. Waktu kunjungan pun dibatasi maksimal 30 menit.

Sekretaris DPRD Kota Jogja,Basuki Hari Saksana membenarkan, kunjungan kerja (kunker) dari anggota DPRD dan ASN luar daerah sudah mulai ramai. Kebanyakan, tamu-tamu dari daerah zona merah seperti Surabaya, Madiun, Semarang, Bogor, Bekasi, dan Balikpapan. “Iya sudah mulai agak ramai dari daerah merah semua,” katanya Selasa (28/7).

Mantan Kepala Bagian Hukum Pemkot Jogja itu menjelaskan, penerimaan kunker dari daerah zona merah ada standar operasional prosedur (SOP) dan penegakan protokol kesehatan yang ketat. Disyaratkan sebelum berkunjung harus mengirimkan hasil rapid diagnose test masing-masing lebih dulu. “Dengan masa berlaku 14 hari,” ujarnya.

Selain itu, protokol kesehatan lain juga ditegakkan seperti membatasi ruangan dan kapasitas jumlah tamu. Satu ruang dengan kapasitas paling besar bisa menampung 30 orang dibatasi menjadi separo kapasitas atau 15 orang. “Kalau kelebihan nanti kami bagi dua sesi. Dan pembatasan maksimal kami hanya menerima setengah jam,” jelasnya.

Khusus penerima tamu juga sudah dibekali alat pelindug diri seperti face shield dan masker. Harus berjarak, mencuci tangan dengan sabun atau menyediakan hand sanitizer, serta pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki ruangan. “Kekhawatiran tentu saja ada, tapi kami sudah berlakukan protokol kesehatan semua,” tuturnya.

Pun disinfeksi ruangan juga rutin dilakukan setiap Jumat. Terlebih ketika menerima tamu dengan jumlah banyak, disinfeksi ruangan langsung dilakukan pada hari itu juga. “Kami juga sudah mulai kunker keluar daerah khusus zona hijau. Sesuai kebijakan pemkot membatasi ke zona merah,” tambahnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, adanya tamu-tamu kunjungan kerja dari wilayah zona merah harus diantisipasi lebih awal agar tidak ada komplikasi di kota Jogja karena terpapar Covid-19. “Teman-teman dewan atau ASN yang keluar ada kunjungan dan tamu pun kami harus batasi. Kalau dari zona merah harus ada protokol, tetap kami minta untuk ditunda dulu,” katanya.

HP menambahkan, baik bagian protokol maupun dewan sebaiknya bisa mengatur tamu-tamu yang akan datang. Dianjurkan untuk mencoba membatasi tamu dari wilayah zona merah. Menurut dia, sampai sekarang tidak ada rekomendasi ASN Pemkot Jogja untuk kunker ke zona merah. “Kalau pemkot belum melakukan kunjungan ke luar daerah kecuali menghadiri undangan-undangan tertentu yang tidak bisa daring, tapi kita melakukan jalan darat,” jelas Ketua DPD PAN Kota Jogja itu. (wia/pra)