RADAR JOGJA – Hewan kurban yang dipotong melalui Baznas Kota Jogja akan diolah menjadi abon. Tujuannya supaya bisa lebih awet. Para penerima pun diprioritaskan bagi warga terdampak Covid-19 di Kota Jogja.

Ketua Baznas Kota Jogja Syamsul Azhari mengatakan, selain menerima kurban berupa hewan baik sapi dan kambing atau berwujud uang. Di antaranya untuk lembu senilai Rp 21 juta dan kambing Rp 2,5 juta. Selain itu juga dalam bentuk daging, kulit, kepala atau kikil. “Nantinya kurban dalam bentuk hewan hidup atau daging akan diolah menjadi abon dan kami distirubusi ke masyarakat Jogja,” jelasnya dalam konferensi pers di Balai Kota, Selasa (27/7).

Kelayakan hewan kurban yang dijual.(ELANG KHARISMA DEWANGGA//RADAR JOGJA )

Jika lebih, hasilnya akan didistribusikan ke luar daerah. Untuk pendistribusian bisa melakukan koordinasi dengan Baznas Kota. Maupun Baznas juga menyurat atau berkoordinasi dengan Baznas se-DIJ untuk mengirim data wilayah yang benar-benar membutuhkan kurban. “Sementara, kurban di wilayah tersebut sangat minim,” tambahnya.

Adapun, pemotongan lembu di rumah pemotongan hewan (RPH) melalui Baznas kota Jogja meliputi penyembelihan, pengulitan, pemotongan menjadi enam bagian. Satu ekor lembu membutuhkan waktu sekitar 10-20 menit. Dari kuota sebanyak 205 lembu, baru 133 lembu yang akan dipotong di RPH. Pun untuk kuota kambing baru 37 ekor yang sudah masuk. “Sapi masih 72 ekor dan kambing juga masih ada kuota,” imbuhnya.

Sementara itu Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, pada tahun lalu sebanyak 7.500 hewan kurban disembelih hampir di semua masjid dan musola sekitar 500 an titik penyelenggaraan. Tahun ini pada situasi pandemi yang baru mengajukan pemberitahuan belum mencapai 100 persen. “Harapan kami semangat berkurbannya tetap tinggi, walaupun dalam pandemi tetap bisa terwadahi dengan baik,” ujarnya yang menyebut soal pendistribusian daging agar dilakukan panitia kurban.

CEK KESEHATAN: Dokter hewan mengecek kondisi kesehatan hewan kurban di Pusat penjualan hewan kurban, Umbulharjo, Jogja,(27/7). Dinas pertanian pangan dan hewan kota Jogja melakukan tes kesehatan guna memastikan kelayakan hewan kurban yang dijual.(ELANG KHARISMA DEWANGGA//RADAR JOGJA )

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sugeng Darmanto mengatakan dari 14 kecamatan baru 30 penyelenggara yang sudah mengajukan pemberitahuan penyelenggaraan pemotongan di luar RPH. Jumlah itu dari sekitar 528 titik penyelenggara kurban tahun lalu. Dari jumlah yang sudah mengajukan tersebut dengan total yang diajukan untuk lembu sebanyak 146 ekor, kambing 142 ekor dan domba 10 ekor. (wia/pra)