RADAR JOGJA – Sebanyak 16 penyuluh keluarga berencana (PKB) mendapat bantuan operasional dinas berupa sepeda motor. Kendaraan operasional sangat krusial untuk mendukung program Bangga Kencana atau pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana (KB) di lapangan.

Sekretaris Dinas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto mengatakan, kendaraan dinas bagi PKB memang penting. Sebab penyuluh memiliki mobilitas yang tinggi di kecamatan untuk melakukan penyuluhan program Keluarga Berencana. “Sepeda motor ini sangat krusial untuk mendukung program dan meningkatkan kinerja teman-teman di lapangan,” katanya dalam sambutan pada Simbolis Penyerahan Motor Dinas untuk Penyuluh KB di halaman Grha Pandawa, Selasa(28/7).

Tri menjelaskan kendaraan dinas yang digunakan oleh penyuluh saat ini keluaran tahun 2008. Sehingga sudah selayaknya jika difasilitasi dengan kendaraan dinas yang baru. Pengadaan kendaraan baru ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 382 juta untuk 16 sepeda motor bagi 16 PKB kota Jogja yang tersebar di 14 kecamatan. Jumlah PKB kota ada 20 penyuluh terdiri atas 16 adalah penyuluh yang lama sementara empat lainnya adalah penyuluh baru. “Saat pengadaan kemarin memang belum ada penambahan, jadi pengadaan hanya 16 saja. Sementara yang empat penyuluh belum diusulkan,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan dengan tambahan alat transportasi kendaraan ini bisa memberikan semangat para PKB dan semakin tajam dalam memilih sasaran yang harus disadarkan kembali untuk masyarakat. “Karena tantangannya adalah bagaimana para remaja, anak-anak SMP hingga SMA juga bisa menjadi sasaran penyadaran terhadap kesehatan reproduksi. Supaya angka pernikahan usia dini bisa dikurangi,” katanya.

Menurut dia, angka pernikahan usia dini atau angka-angka kelahiran tidak dikehendaki banyak faktor yang disebabkan. Salah satunya karena tingkat kesejahteraan masyarakat. Maka, dengan program Bangga Kencana diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dalam kontek ini, bagaimana juga bisa memampukan usia lansia produktif juga menjadi bagian dari strategi utama. “Nah bangga kencana tidak hanya kita bicara tentang kelahiran anak saja tetapi bagaimana agar KB ini kemudian melahirkan orang-orang tua yang produktif, sehat, mampu mandiri dan mampu menghidupi keluarganya,” pesannya. (wia/pra)