RADAR JOGJA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polisi Resort (Polres) Bantul meringkus Abdul Gofur alias Ngadenan, 53. Penjual bensin eceran yang tinggal Kemijen, Semarang Timur, Kota Semarang itu membobol sebuah kios di Jalan Imogiri Timur kilometer 15, Imogiri, Bantul. Dari aksi tersebut, Abdul menggondol empat buah telepon pintar dan uang tunai Rp 200 ribu.

Kepala Bagian (Kabag) Operasional Polres Bantul Kompol Bambang Suharyanto menjelaskan, kronologi penangkapan bermula dari laporan Maliky Nur Rokhim, 23. Warga dusun Cebolan, Imogiri, Bantul itu mendapati pintu kios handphone miliknya terbuka. Selain itu, gembok pengunci folding gate konternya rusak pada Kamis (19/3).

Ngadenan diciduk di Semarang Timur, Semarang Jawa Tengah pada Jumat (24/7). ”Tersangka melancarkan aksinya dengan modus menjadi wisatawan,” jelasnya.
Residivis kasus serupa ini bahkan membawa istri dan anaknya saat berlibur. Keluarganya, diinapkan di hotel. ”Tersangka beraksi seorang diri,” ucapnya.

Setelah itu, tersangka memantau target secara acak tanpa direncanakan. Kemudian berkeliling untuk mengetahui situasi di sekitar targetnya. “Jika lengang dan ada kemungkinan, (tersangka) baru beraksi (untuk) masuk ke toko (dengan cara) merusak gembok,” jelasnya.

Akibat aksinya itu, korban mengalami kerugian senilai Rp 8,4 juta. Ngadenan dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP. Dengan ancaman hukuman tujuh tahun. Sebagai barang bukti, petugas menyita empat telepon pintar curian Ngadenan. Selain itu, petugas turut mengamankan satu gembok, tiga kunci leter L yang telah dipipihkan, dan satu buah obeng.

Sementara itu, Ngadenan berkilah kehabisan uang saat berwisata. “Kehabisan uang di Jogja, (dan menggunakan uang curian) buat keperluan sehari-hari,” sebut Ngadenan. (cr2/bah)