RADAR JOGJA – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko menjelaskan, dalam rangka menghindari kerumunan, banyak masyarakat menyerahkan penyembelihan hewan kurban ke Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Magelang. Sampai Selasa (28/7) setidaknya sudah ada 20 lembaga yang mendaftarkan hewan kurbannya. Pihaknya saat ini sedang menghitung berapa tenaga tambahan yang dibutuhkan.

“Masyarakat kan mengurangi kumpul-kumpul. Otomatis RPH meningkat. Banyak permohonan secara tertulis ke RPH. Hari ini (kemarin) sudah pada masuk,” jelasnya.

Ia pun memastikan penyembelihan hewan kurban di RPH tetap mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari penutup muka, masker, sampai cuci tangan telah disiapkan. Begitu juga dengan pemeriksaan kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit hewan.

Sedangkan untuk penyembelihan hewan kurban di kampung-kampung tetap dilakukan pengawasan. “Untuk mereka yang potong di lokasi masing-masing ada yang minta secara tertulis diperiksa sebelum dipotong dan pengawasan saat dipotong. Kami sudah menjadwalkan menurunkan tim dari kami,” jelasnya.

Kabag Kesra Kota Magelang, Hadi Sutopo menambahkan, para penyelenggara perlu menerapkan jaga jarak dalam pembagian hewan kurban. “Kalau ada jatah harus ada petugas yang mengendalikan antrean. Masjid Cacaban biasanya dari warga Bandongan,” jelasnya.

Penyelenggara, perlu memberitahukan jika tidak ada jatah untuk masyarakat luar. “Kalau sudah cukup untuk di situ warga luar diberi tahu supaya tidak mengantri karena tidak ada jatah untuk mereka. Dikasih semacam tulisan pemberitahuan tidak ada yang keluar untuk umum,” jelasnya. (asa/bah)