RADAR JOGJA – Sosialisasi pembangunan proyek tol Jogja-Bawen kembali digelar, kali ini di Balai Desa Margokaton, Seyegan, kemarin (28/7). Diketahui ada perubahan desain karena kekeliruan dalam proses menggambar desain. Desain jalan seharusnya lurus, tetapi masih terlihat dengan desain berbelok dalam peta yang ditampilkan kepada masyarakat.

Kepala Dusun Bantulan, Margokaton, Yuli Purwanto menjelaskan, karena adanya perubahan itu diperkirakan adanya penambahan jumlah lahan terdampak pembangunan tol. Dalam peta awal toko miliknya terdampak. Hanya saja pada peta baru menjadi tidak terdampak.

Terhadap 20 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya ikut terdampak, Yuli belum bisa memastikan apakah dengan adanya perubahan desain akan bertambah atau sebaliknya. “Dengan ada perubahan ini, saya belum tahu, belum hitung,” jelasnya usai sosialisasi.

Yuli juga menyayangkan data by name terdampak proyek tol berbeda dengan titik-titik yang ada dalam peta desain tol. Hal ini karena ada nama-nama yang masuk jajaran terdampak tol, tapi berbeda dengan yang ada di peta. “Saya bingung data yang pasti itu yang mana. Yang di peta atau by name yang sudah ada,” tambahnya.

Kepala Desa Margokaton Sutejo menambahkan, di Dusun Bantulan ada satu RT yang terkena dampak. Hal ini karena wilayah yang bersinggungan dengan Desa Margodadi dan harus diluruskan. “Margokaton yang di Bantulan sedikit menyimpang dari Selokan Mataram. Agak jauh ke selatan,” ungkapnya.

grafis: herpri kartun/RADAR JOGJA

Setidaknya ada 20 KK yang terdampak di wilayah itu. Hanya saja Sutejo mengaku, masyarakat sudah memiliki cadangan tanah selain yang ditempati saat ini. Namun masih ada dua atau tiga orang yang belum memiliki tanah dan pihak desa akan membantu. “Sampai saat ini tidak ada masyarakat yang keberatan dengan adanya pembangunan tol,” katanya.

Di Margokaton kurang lebih 190 bidang tanah dengan luasan 102.926 meter persegi akan terdampak. Luasan paling banyak terdampak adalah area persawahan. Sedangkan untuk fasilitas umum, hanya ada satu tempat ibadah yang akan dilakukan relokasi dan satu makam di Dusun Susukan yang terdampak. “Hanya saja nanti akan direlokasi atau seperti apa, masih menunggu kebijakan provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Tol Jogja-Bawen Heru Budi Prasetya mengaku, desain tol dengan jalan lurus dan tidak berbelok sudah diubah sejak lama. Hanya saja ada kekeliruan saat memberikan informasi pertama ke desa setempat.

Perubahan desain tol, tambah Heru, hanya berjarak kurang lebih 100 meter. Perubahan tersebut tidak akan mempengaruhi dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT). “Itu sudah benar, hanya petanya yang salah, sehingga nanti petanya akan kami betulkan,” kata Heru.

Dikatakan, akan memakan banyak lahan persawahan di Margokaton, nantinya jalur tol di wilayah tersebut berada di atas Selokan Mataram. “Elevated (melayang, Red) dengan tiang-tiang pancang,” tambah Heru. (eno/laz)