RADAR JOGJA – Pemprov DIJ siap membantu pelaksanaan Liga 1 2020 yang akan digelar Oktober mendatang. Polda DIJ juga telah memberi izin PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi. Sebagian klub luar Jawa nantinya juga akan bermarkas sementara di Jogjakarta.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji  menyarankan agar penonton tidak datang langsung, melainkan melihat pertandingan secara virtual. Sebab menurutnya akan sulit untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan physical distancing.

“Kalau diperlukan, kami support. karena untuk menjaga protokol kesehatan untuk di tempat seperti itu sulit dilakukan pengendalian,” katanya, Rabu (29/7).

Beberapa tim dari luar Jawa lanjut Aji, juga akan menggunakan stadion yang berada di DIJ sebagai homebase. Sedangkan stadion yang digunkana untuk menyelenggarakan pertandingan yakni di Stadion Maguwoharjo Sleman dan Staidun Sultan Agung Bantul.

Sementara itu direktur operasional PT LIB Sudjarno menyatakan pihaknya tengah mengatur jadwal Liga 1 2020 agar tak memberatkan pemain. Terlebih, jadwal lanjutan Liha 1  hanya berlangsung 5 bulan. Berlanjutnya kompetisi juga menargetkan kepercayaan dari FIFA terkait kesiapan DIJ untuk menjadi tuan rumah piala dunia U-20.

“Dari durasi 1 oktober sampai 28 februari yang kita rencanakan, itu recovery day-nya antara 4-5 hari. Setiap 4-5 hari main. Insyaallah klub-klub Liha 1 bisa lebih siap,” ujarnya.

Pihaknya juga menyusun regulasi terkait ketentuan untuk memainkan (pemain) timnas. Misalnya, setiap klub harus ada dua pemain U-20 dan durasi bermain.

“Kami juga sangat menjaga jangan sampai misalnya timnas ada yang cedera dan sebagainya,” tambahnya.

Sudah ada enam klub yang akan bermarkas di stadion Maguwoharjo Seman yakni PSS Sleman, Persiraja Banda Aceh, dan Borneo FC. Sedangkan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul akan menjadi home base PSM Makassar, Bali United, dan Persija Jakarta.

“Mudah-mudahan berjalan lancar, meski bergulir di tengah masa pandemi Covid-19,” harapnya. (sky/tif)