RADAR JOGJA – Seleksi calon mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (YoMa) berlangsung ketat. Meskipun proses pendaftaran dan seleksi wawancara dilaksanakan secara online. Ratusan calon mahasiswa baru harus bersaing demi meraih bangku akademi di kampus pencetak milenial bidang pertanian/peternakan itu.

Sedikitnya 290 calon mahasiswa telah mengikuti seleksi wawancara. Dari jumlah tersebut hanya 103 orang yang dinyatakan lolos dari jalur pendaftaran umum. Sebagian lainnya merupakan calon mahasiswa dari jalur kerja sama dan POSKM (prestasi, olahraga, seni, keilmuan, dan minat).

Total 245 calon mahasiswa yang beruntung dan diterima di Polbangtan YoMa. Terdiri atas 140 calon mahasiswa Jurusan Pertanian, dan 105 calon mahasiswa Jurusan Peternakan.

Adapun rincian, Program Studi (Prodi) Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan 35 orang; Prodi. Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (35); Prodi Agribisnis Hortikultura (70); Prodi Teknologi Pakan Ternak (35); Prodi Teknologi Benih (35); dan Prodi Teknologi Produksi Ternak (35).

Dari enam prodi tersebut, tiga di antaranya ada di Polbangtan Kampus Magelang. Yakni Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Teknologi Produksi Ternak, dan Teknologi Pakan Ternak. Sedangkan tiga prodi lainnya di Kampus Yogyakarta.

Proses pendaftaran mahasiswa baru Polbangtan YoMa digelar terbuka secara online melalui website: http://polbangtanyoma.ac.id.
Jalur pendaftaran dibagi lima kriteria. Yaitu Jalur Tugas Belajar; Jalur Undangan; Jalur Umum; Jalur Kerja Sama; serta Jalur POSKM.

Pendaftaran Jalur Tugas Belajar dan Jalur Undangan sudah dilaksanakan pada Maret lalu. Sedangkan Jalur Umum dan Jalur Kerja Sama digelar April. Sementara pendaftaran Jalur POSKM pada Juli.

Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman SP MP Rajiman mengajak para milenial bergabung dengan Polbangtan YoMa menempuh pendidikan vokasi. Agar menjadi generasi yang membangun pertanian Indonesia di masa depan. Rajiman memastikan bahwa dalam proses penerimaan calon mahasiswa baru tidak ada pungutan biaya apa pun.

“Mahasiswa yang diterima juga tidak akan dikenakan biaya selama mengikuti pendidikan tinggi vokasi di Polbangtan YoMa,” katanya.

Biaya pendidikan mahasiswa, lanjut Rajiman, ditanggung Kementerian Pertanian melalui DIPA Polbangtan YoMa yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Di bagian lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr terus mendorong generasi muda untuk andil dalam membangun dan memajukan pertanian Indonesia. Terlebih generasi milenial. Dengan didukung teknologi modern, para milenial diharapkan menjadi wirausahawan pertanian yang unggul dan mandiri. Dengan begitu bisa turut menyukseskan program pemerintah dalam menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/yog/ila)