RADAR JOGJA РPemkab Kulonprogo bersama PT Tangguh Indokimia (PT TIK) dan PT Varsha berafiliasi dengan PDAM PT Tirta Binangun berencana mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lendah untuk memasok kebutuhan air bersih Yogyakarta International Airport (YIA) Temon Kulonprogo.

“Saya minta PT TIK-Varsha fokus perkuat PDAM dengan Angkasa Pura I (AP) agar mendapatkan sumber air YIA. Sementara secara keseluruhan, Kulonprogo masih membutuhkan air bersih untuk rumah tangga, industri, pusat perekonomian, dan lain-lain, maka dibutuhkan pola dan skema kerja sama agar tercukupi semuanya,” Kata Bupati Kulonrpgo, Sutedjo saat audiensi di Ruang Menoreh Kompleks Pemkab Kulonprogo, Senin (27/7).

Audiensi juga dihadiri Wakil Bupati Fajar Gegana, Direktur Utama (Dirut) PDAM, Jumantoro, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPK) Gusdi Gartono, Asisten Daerah II Bambang Tri Budi Harsono, PT Tangguh Indokimia dan PT Zamindo Lestari.

Nota kesepahaman antara TIK-Varsha dengan PDAM dalam melakukan pengkajian ketersediaan air baku yang mempertimbangkan kualitas, kuantitas ketersediaan, dan keberlanjutan guna memenuhi kebutuhan air baik rumah tangga (RT) maupun non rumah tangga (NRT) sudah dilaksanakan sebelumnya.

Diantara poin yang tertuang dalam nota kesepahaman, berupa kajian jaringan dengan distribusi pipa sampai sambungan rumah dengan mempertimbangkan kebutuhan air Kulonprogo dengan enam kecamatan  dengan total 912 liter per detik (lpd) dari suplai Bendungan Kamijoro.

Perwakilan PT TIK, Subiakto menjelaskan, pihaknya berencana melakukan pengadaan mitra dan konstruksi sumur bor yang rencananya dilakukan pada Agustus-Desember 2020. Rencana pengembangan ini ditandatangani oleh konsorsium TIK-Varsha. Rencana tindak lanjutnya dengan pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA) sumur bor.

Fitur dari rencana SPAM Kulonprogo yakni seluruh biaya pengembangan, investasi, maupun biaya kerja sama disediakan oleh konsorsium pemrakarsa. Selain itu, pengembalian¬† investasi menyandarkan sepenuhnya pada konsumsi dan pembayaran dari konsumen pengguna langsung. “Adapun skema pengembalian investasi dengan sistem take and pay. Kualitas pelayanan prima bagi pelanggan yang dilayani. Fitur SPAM ini pun sudah dianggarkan biaya pengembangan kapasitas organisasi bagi PDAM,” jelasnya. (tom/bah)