RADAR JOGJA – Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda DIJ meresmikan program SIM Masuk Desa atau disingkat SIMMADE. Program ini merupakan jawaban atas meningkatnya permohonan SIM baru maupun perpanjangan. Wujud kolaborasi penerapan protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kapolda DIJ Irjen Pol Asep Suhendar berharap masyarakat bisa memanfaatkan program dengan maksimal. Terlebih bagi pemohon yang terkendala selama pandemi Covid-19. Sehingga tak perlu datang ke Polres untuk mendapatkan SIM baru.

“Ini wujud inovasi pelayanan publik ditengah pandemi Covid-19. Diharapkan SIMMADE mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat,” jelasnya ditemui di Balai Desa Candibinangun Pakem, Sleman, Selasa (28/7).

Jenderal polisi bintang dua ini berharap jajarannya terus mengembangkan inovasi. Menurutnya pemanfaatan teknologi sangatlah penting di era pandemi Covid-19. Selain memudahkan juga bertujuan meminimalisir persebaran Covid-19.

Seperti pembuatan website oleh seluruh jajaran Polsek. Sehingga pelayanan bisa lebih efisien dan optimal. Termasuk menampung adanya laporan masyarakat tentang kejadian di lingkungan. Hingga pelayanan surat-surat administrasi bagi warga.

“Kalau ini bisa berjalan lebih bagus lagu, bisa menghapus antrean. Harus melangkah maju, jangan capek dan jengah memberi pelayanan yang baik,” katanya.

Walau begitu Asep berharap agar upaya meraih SIM tetap maksimal. Keberadaan SIMMADE bukan berarti mendapatkan SIM potong kompas. Pemohon tetap wajib memenuhi klasifikasi tertentu. Termasuk lolos dalam menjalani uji psikologi.

“Diberi kemudahan tapi proses sesuai ketentuan, harus sesuai syarat. Maksud saya diberi kemudahan dalam prosesnya tapi dalam mendapatkan SIM harus memenuhi syarat,” ujarnya.

Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol Made Agus menuturkan ada alur untuk mengikuti SIMMADE. Pemohon terlebih dahulu menghubungi bhabinkamtibmas setempat. Untuk selanjutnya dilatih mengikuti beragam tes tulis dan praktek.

Setelah dirasa siap langsung berkoordinasi dengan Polsek dan Satlantas Polres setempat. Seluruh calon penerima SIM akan menjalani beragam tahapan. Termasuk mengikuti ujian praktek di zona tertunjuk.

“Untuk SIM baru dilayani baru pembuatan SIM C. Untuk perpanjangan SIM A dan C dilayani dengan bus SIM keliling yang sudah ada,” katanya.

Penerapan SIMMADE turut mengadaptasi teknologi informatika. Berupa penggunaan bus dengan peralatan audio visual integrated system (AVIS). Perannya adalah mempermudah dalam melakukan ujian teori SIM.
Sementara waktu teknologi AVIS baru tersedia di Polres Sleman dan Polres Kulonprogo. Untuk tiga Polres lainnya masih menerapkan ujian teori secara tertulis. Terkait SIMMADE baru berjalan optimal di kawasan Polres Sleman, Polresta Jogja dan Polres Kulonprogo.

Penerapan SIMMADE juga berdasarkan zonasi. Setidaknya setiap wilayah memiliki zona tersendiri. Seperti Sleman terbagi dalam 4 zona. Zona 1 Kelurahan Candibinangun, Zona 2 Kelurahan Purwomartani, Zona 3 Kelurahan Sidomoyo dan Zona 4 Kelurahan Maguwoharjo.

“Merupakan sistem jemput bola berupa pendekatan Polri kepada masyarakat di desa. Dengan adanya zonasi ini harapannya semua wilayah bisa ternaungi,” ujarnya. (dwi/tif)