RADAR JOGJA – Di masa pandemi Covid-19, bepergian jarak jauh menggunakan moda transportasi diwajibkan memenuhi protokol kesehatan. Salah satunya keberadaan surat keterangan negatif dari virus korona.

Hanya, untuk mendapatkan surat keterangan sehat melalui rapid diagnostic test (RDT) di masyarakat tidaklah murah. Menjawab hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero bersama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menyediakan layanan RDT harga terjangkau. Yakni Rp 85 ribu bagi penumpang kerete api (KA) jarak jauh. Layanan tersebut akan dimulai secara bertahap di beberapa stasiun, termasuk di Daerah Operasional (Daop) 6 Jogjakarta. ‚ÄĚRencana untuk Jogjakarta, besok (hari ini) atau malamnya sudah beres,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto saat ditemui Radar Jogja di kantor Daop 6 Jogjakarta, Senin (27/7).

Eko menyebutkan, di tahap awal, Daop 6 akan mengadakan layanan di Stasiun Tugu Jogjakarta dan Stasiun Solo Balapan. Ke depan, layanan tersebut juga diadakan di Stasiun Lempuyanan. Mengingat banyak kereta ekonomi yang juga berhenti dan berangkat dari stasiun tersebut.

Layanan RDT, tersedia dari pukul 07.00 sampai pukul 19.00. Dengan syarat sudah mengantongi atau memiliki kode booking tiket KA Jarak Jauh. Selain biaya lebih terjangkau, layanan tersebut juga untuk meningkatkan pelayanan KAI dalam hal menerapkan protokol kesehatan. “Sehingga, para pengguna kereta api tidak perlu susah dan ribet lagi untuk memenuhi syarat RDT saat akan berpergian menggunakan KA jarak jauh di masa adapatasi kebiasaan baru ini,” kata Eko.

Dia berharap, dengan adanya layanan tersebut, mobilitas masyarakat menjadi tidak terhambat kembali. Sebab, saat ini penumpang kereta masih sedikit karena adanya pembatasan okupansi hanya 70 persen. “Terlebih, penumpang juga masih mengeluhkan RDT yang mahal,” tandasnya.

Salah satu penumpang yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api Naviah Yarotun Nisa, 24, mengaku sempat akan melakukan perjalanan ke luar kota. Namun, dia mengurungkan niatnya untuk pergi karena mengeluhkan RDT yang mahal. “Saya memang mau mengadakan perjalanan ke Surabaya, tetapi belum jadi karena biaya RDT lebih mahal daripada tiket keretanya. Jadi saya tunda dulu,” kata Nisa sapaan akrabnya. (cr1/bah)