RADAR JOGJA – Destinasi wisata Gunungkidul mulai bergairah. Selama uji coba penerapan kebiasaan baru, jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai ratusan juta.

“Uji coba penerapan kebiasaan baru di sektor wisata dimulai sejak 22 Juni,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono Senin (27/7).

Dia menjelaskan, uji coba diterapkan di 25 destinasi wisata. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari objek wisata yang ada di wilayah ujung timur Provinsi DIJ tersebut. Mulai dari sektor pantai, penggunungan, susur sungai hingga destinasi wisata lainnya. “Sejak dibuka hingga sekarang total kunjungan mencapai 100.089 wisatawan,” ujarnya.

Menurutnya, destinasi pantai masih menjadi primadona karena mayoritas kunjungan banyak dilakukan ke kawasan pesisir. Selebihnya, pengunjung mendatangi Gunung Api Purba Nglanggeran, lembah Ngingrong atau cave tubing Kalisuci. “Sekarang sudah mulai ada pemasukan. Total selama uji coba PAD Rp 842.983.075,” ungkapnya.

Hary mengingatkan agar protokol kesehatan saat adaptasi kebiasaan baru diterapkan dengan baik. Harus dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona. Dengan demikian objek wisata tidak menjadi klaster baru.

Sementara itu, Kepala Dispar Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti menegaskan, protokol kesehatan harus ditaati karena setiap pengunjung maupun pengelola wisata. Mulai dari pengecekan suhu tubuh hingga wajib menggunakan masker.

“Ada pembatasan jam operasional maupun jumlah pengunjung di destinasi. Kawasan Pantai Baron, jumlah kunjungan dibatasi sebanyak 5.000 orang per hari. Begitu juga destinasinya kapasititas pengunjung dibatasi separuh dari kuota normal,” ucapnya. (gun/bah)