RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat civitas akademika Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) untuk menyukseskan Program Strategis Kementerian Pertanian. Sosialisasi BPP Model berbasis Kostratani terus digencarkan. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan demi mencegah persebaran Covid-19. Demikian pula pada kegiatan pelatihan teknologi informasi pelaporan Program Strategis Kementerian Pertanian.

Seperti kegiatan yang digelar di BPP Kajoran, Kabupaten Magelang, Rabu (22/7). Dalam kesempatan itu, Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman SP MP menjelaskan tentang Kostratani dan Program Strategis Kementerian Pertanian.

Dikatakan, konsep dan peran Kostratani dalam menyukseskan Program Strategis Kementerian Pertanian melibatkan banyak pihak. Termasuk kerja sama dengan dinas-dinas pertanian selaku Koatrada, TNI, camat, serta pejabat teknis maupun fungsional pertanian atau peternakan. Juga para penyuluh, kepala desa, dan gabungan kelompok tani.

KOMANDO STRATEGIS: Nara sumber dan peserta sosialisasi BPP Model berbasis Kostratani di BPP Kajoran, Kabupaten Magelang. (POLBANGTAN YOMA FOR RADAR JOGJA)

“BPP Kajoran ini merupakan salah satu yang terpilih menjadi BPP Model dari 400 BPP,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan yang terdiri atas Danramil Kajoran Kapen Inf Ahmad Rohmad, camat Kajoran, penyuluh, gapoktan, dan para kepala desa, serta pendamping dari Polbangtan YoMa.

Rajiman berharap, BPP Kajoran bisa menjadi model percontohan pembangunan dalam menyukseskan program strategis pertanian.

Guna menunjang hal tersebut, lanjut Rajiman, akan ada tindak lanjut upaya peningkatan kualitas penyuluh  lapangan melalui pelatihan-pelatihan pertanian dan pelaporan dalam mempercepat kebijakan pertanian.

Koordinator Jabatan Fungsional Penyuluh, Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Azis Purwoko SP memaparkan progres dan sistem pelaporan data program utama  Kostratani.

Menurutnya, kegiatan Kostratani di Kabupaten Magelang akan terus ditingkatkan. Khususnya mengenai koordinasi dengan para penyuluh dan pelaku kegiatan pertanian di wilayah Kajoran. “Kami berpatokan pada standar indikator kinerja yang perlu dicapai. Sehingga kemajuan pertanian mudah diukur,” katanya.

Sementara itu, LO BPP Kajoran Sunardi SPt MMA menyampaikan materi pelatihan mekanisme pelaporan Kostratani dan penguatan data tanaman pangan melalui ArcGIS.

Sunardi mengatakan, digitalisasi program pelaporan merupakan upaya membangun data dan informasi Kostratani di wilayah BPP Kajoran.

Persyaratan BPP model yang harus diperhatikan, antara lain, tersedianya data dan informasi petanian, serta terlaksananya program utama Kementerian Pertanian yang terkoneksi dengan AWR. Misalnya Propaktani, Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, Gratieks, PMS, KUR, Inovasi, Petani Milenial, dll)  “Untuk itu perlu ada penguatan data dan laporan tanaman pangan melalui penggunaan ArcGIS,” ungkapnya. Adapun mekanisme pelaporannya melalui laman http://laporanutama.pertanian.go.id. (*/yog/ila)