RADAR JOGJA – Manajemen PSS Sleman mulai menyusun draf rencana persiapan tim Super Elang Jawa -julukan PSS- jelang bergulirnya kompetisi, Oktober. Adapun beberapa persiapan yang tengah disusun meliputi, rencana pemanggilan pemain, program latihan, hingga protokol dan gelanggang latihan pemain.

Direktur PT PSS Hempri Suyatna mengatakan, pihaknya usai menggelar rapat internal belum lama ini. Rapat tersebut dilakukan secara langsung dengan jajaran direksi PT PSS yang ada di Sleman. “Hasil rapat baru membahas draft rencana saja. Karena intinya kami masih menunggu hasil keputusan LIB,” ujar Hempri.

Lebih lanjut, Hempri menjelaskan rapat tahap awal ini tidak diikuti tim kepelatihan. Itu lantaran pihaknya masih menanti keputusan akhir dari manajer meeting LIB yang rencananya digelar pekan ini. “Tentunya finalisasi dari kami setelah muncul keputusan akhir dari operator liga,” bebernya.

Seperti diketahui, pada manajer meeting pertama yang digelar pada 17 Juli lalu memang belum menghadirkan keputusan akhir. Pertemuan virtual itu baru membahas beberapa poin. Seperti, besaran nilai subsidi, akomodasi, home base, perangkat pertandingan, dan penyelenggaraan pertandingan.

Laskar Sembada juga berharap kontestan Liga 1 menerima subsidi pelaksanaan tes kesehatan. Sebab, lanjutan liga akan digelar tanpa penonton, sehingga membuat klub tak mendapatkan pemasukan secara maksimal. “Kalau dari sisi budget lumayan mahal. Yang paling murah kan sekitar 1.4 jutaan ya untuk tes swab, dan rapid test harus dilakukan 14 hari sekali,” kata Hempri.

Sebagai informasi, nantinya seluruh pertandingan Liga 1 akan dipusatkan di Pulau Jawa. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir mobilisasi tim karena liga digelar di tengah pandemi Covid-19. Nah, PSS sendiri berencana menggelar latihan pertengahan Agustus. Sebelum itu seluruh penggawa Super Elja akan dilakukan tes kesehatan terlebih dulu. (ard/bah)