RADAR JOGJA  – Setelah sebulan nihil kasus, Kota Magelang dihadapkan kembali dengan munculnya kasus baru korona. Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Majid Rohmawanto menjelaskan, awalnya, AL, 45, seorang ibu diketahui positif Covid-19 pada Senin (20/7). Setelah dilakukan penelusuran, suami beserta dua anak dan satu keponakan ternyata juga terkonfirmasi positif pada Jumat (24/7).

“Riwayat sekeluarga pergi ke Demak. Mengunjungi saudara dan mengantar anak daftar ulang di pondok pesantren. Ibu terus sakit dan ketika di RSUD Tidar diinapkan, hasil PCR positif,” jelas Majid saat dihubungi Minggu(26/7).

Pada Selasa-Rabu (21-22/7) pihaknya melakukan tes swab PCR (Polymerase Chain Reaction) pada 15 orang yang dianggap melakukan kontak erat dengan pasien. Dari situlah didapati empat anggota keluarga yang ikut ke Demak dinyatakan positif. Lalu pada Jumat pihaknya melakukan tes lagi terhadap 12 orang lainnya.

Putranya yang bermaksud mendaftar ulang di pondok pun akhirnya tidak diizinkan mengikuti pembelajaran. Hal ini dikarenakan sebelumnya ia juga menderita pilek. “Anaknya tidak jadi ke pondok,”  jelasnya.

Saat ini AL masih dirawat di RSUD Tidar. Sedangkan empat lainnya dirawat di RS Budi Rahayu. Ia pun memastikan mereka ditangani sesuai dengan protokol kesehatan.

Majid sengaja melakukan tes swab PCR mengacu pada pedoman lama. Pedoman Kemenkes yang baru menjelaskan, kontak erat tidak perlu swab. “Kalau tidak ada gejala, hanya isolasi mandiri. Tapi kami periksa saja dari pada menimbulkan keresahan,” tandasnya.

Kasus terakhir di Kota Magelang masuk tanggal 14 Juni. Pasien terkonfirmasi positif terakhir sembuh pada 30 Juni. Sejak saat itu Kota Magelang menyandang nol kasus. Hanya saja, suspek sempat bertambah lima orang. (asa/laz)