KONDISI pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami kontraksi sejak adanya pandemi Covid-19. Bahkan menurut Menteri Dalam Negeri, ekonomi Indonesia telah mengalami penurunan sebesar 4%.

Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan angka putus hubungan kerja (PHK), pengangguran, dan kemiskinan semakin bertambah. Tidak dipungkiri bahwa kekayaan alam Indonesia sangat berlimpah. Tentu saja ini menjadi kekuatan tersendiri bagi Indonesia untuk meningkatkan perteumbuhan ekonomi. Namun, tantangan terbesar justru berasal dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang memadai. Oleh karena itu, usaha untuk mengembangkan potensi Sumber Daya Alam sangat perlu dilakukan demi kesejahteraan masyarakat.

Nimbokrang merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, sebanyak 7.347 jiwa penduduk berdomisili di Nimbokrang. Distrik Nimbokrang memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Luasnya area hutan, pohon sagu, pertanian, perikanan, dan perternakan menjadi potensi besar yang dimiliki Nimbokrang. Hal itu juga didukung dengan keaneragaman flora dan fauna yang ada disana, misalnya puluhan jenis burung cenderawasih yang dapat ditemui di kampung Nimbokrang.

Akan tetapi, kondisi masyarakat Distrik Nimbokrang masih terbelakang. Hal ini dikarenakan kualitas sumber daya manusia yang masih terbatas. Akibatnya pengelolaan sumber daya alam menjadi kurang maksimal, khususnya dalam menunjang perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan unggul untuk mewujudkan ekonomi masyarakat sejahtera.

Untuk mewujudkan ekonomi masyarakat sejahtera di Distrik Nimbokrang, KKN Papua Emas UIN Sunan Kalijaga memiliki program berbasis pemberdayaan masyarakat Nimbokrang dalam menghadapi industri 4.0. Adapun program kerja yang akan dilaksanakan di antaranya bidang pendidikan, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengembangan kewirausahaan berbasis digital marketing. Guna mensukseskan seluruh rangkaian program kerja, anggaran dana yang dibutuhkan sebesar Rp 18.700.000.

Untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan dapat bersaing, dibutuhkan kerjasama dan tanggung jawab kita bersama. Sehingga potensi besar yang ada dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Nimbokrang dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, segenap anggota KKN Papua Emas UIN Sunan Kalijaga mengajak para dermawan untuk ikut berpartisipasi demi kemajuan Indonesia. Bentuk partisipasi bisa berupa moril, finansial (dana), dan uang kurban.

Bagi para dermawan maupun perusahaan yang tertarik ikut serta mewujudkan Ekonomi Masyarakat Sejahtera bersama kami. Untuk mengetahui perkembangan program kerja kami, dapat dilihat melalui akun media sosial Instagram @papua.emas. (ila)

*Penulis merupakan anggota KKN Papua Emas dan mahasiswa Psikologi UIN Sunan Kalijaga.