RADAR JOGJA – Dalam dua minggu terakhir DIJ mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang cukup signifikan. Dari 1,95 persen meningkat menjadi 2,7 persen. Juru bicara gugus penanganan Covid-19 DIJ Berty Murtiningsih menyebutkan kenaikan tersebut dipengaruhi dengan peningkatan jumlah sampel yang diperiksa per harinya. 

“Meski demikian, ini masih di bawah target WHO, positif rate kurang dari 5 persen,” ujarnya, Senin (27/7). 

Di sisi lain terjadi antrean pengujian sampel swab di laboratorium rujukan DIJ. Penuebabnya karena kapasitas laboratorium tidak cukup mengkaver tes swab massal yang dilakukan lima kabupaten/kota.

“Kami upayakan solusi merekrut tenaga analis bekerja sama dengan organisasi profesi untuk membantu operasional laboratorium. Kami juga sedang evaluasi kembali jadwal pengambilan swab massal,” jelas Berty.

Terdapat lima laboratorium rujukan pengujian hasil swab di DIJ yakni RSUP Dr Sardjito, BBTKLPP DIJ, RSA UGM, Balai Besar Veteriner Wates dan RSPAU Hardjolukito. Di BBTKLPP DIJ dalam satu hari menguji 1.000 sampel dalam 10 batch. Dari jumlah tersebut kpala BBTKLPP DIJ Irene mengklaim antrean pengujian saat ini sudah berhasil terurai. 

“Setiap hari kami memeriksa sekitar 1.000 sample dan insyaallah kami sudah hampir berhasil mengurai antrean,” katanya. (sky/tif)