RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata Sleman lakukan verifikasi uji coba terbatas untuk mempersiapkan destinasi wisata dan usaha jasa pariwisata (UJP) di era adaptasi kebiasaan baru (AKB). Dari 66 tempat yang telah dilakukan verifikasi, ada dua tempat yang tidak lolos verifikasi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih menjelaskan, ada satu tepat wisata dan satu tempat makan yang tidak lolos verifikasi. Hal ini dikarenakan pengelola maupun pengusaha kurang memperhatikan sarana dan prasarana pelayanan mendasar.

Tidak menyebutkan lokasi dan nama tempat, Sudarningsih mengaku pengusaha bersedia untuk melengkapi kekurangan yang dibuktikan dengan pernyataan. Meskipun demikian, satu destinasi dan satu restoran tersebut, belum dapat direkomendasikan. “Karena kekurangan sarana prasarana dan mekanisme pelayanan yang cukup mendasar,” jelas Sudarningsih Minggu (26/7).

Sebanyak 66 destinasi yang telah dilakukan verifikasi, tambah Sudarningsih, mencakup 16 permohonan destinasi wisata, empat permohonan area bermain, dua permohonan hotel, empat permohonan rumah dan makan atau kafe. Juga terdapat sembilan permohonan tempat karaoke, dua permohonan tempat spa, dua permohonan klub malam, dua permohonan mice, dan 25 permohonan dari angkutan wisata. “Sudah diverifikasi sebanyak empat kali dalam 2 minggu,” tambahnya.

Dalam proses verifikasi, pihaknya ingin memastikan protokol pencegahan Covid-19 akan diterapkan dengan baik dan benar. Agar tidak terjadi klaster baru saat pembukaan terbatas.

Untuk proses verifikasi, tambah Sudarningsih, telah dilakukan oleh tim gabungan. Beranggotakan personel dari Dinas Pariwisata, Satuan Polisi pamong Praja, Dinas Kesehatan dan Bagian Perekonomian. Dengan sejumlah indikator yang diperiksa meliputi penyiapan sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana dan pelayanan terhadap pengunjung terkait protokol kesehatan Covid-19.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sleman Kembali melakukan simulasi penerapan normal baru di objek wisata Museum Gunungapi Merapi (MGM), Pakem, Sleman, Jumat (24/7).

Bupati Sleman, Sri Purnomo menilai, MGM telah melaksanakan protokol kesehatan yang cukup baik untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, khususnya di tempat wisata. Dari pihak museum telah membuat rute pengunjung selama di dalam museum. Serta membuat tanda untuk jaga jarak di lantai, sehingga tidak terjadi kerumunan.

Kegiatan pariwisata saat ini yang dipengaruhi seberapa besar tingkat penyebaran Covid-19 di tingkat regional, diharapkan masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan. “Diharapkan kegiatan pariwisata di Kabupaten Sleman dapat berangsur-angsur normal. Namun, tetap memprioritaskan keamanan bersama dengan selalu menjalankan protokol kesehatan yang berlaku,” jelas SP. (eno/bah)