RADAR JOGJA – Gugus Tugas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemkot Jogja telah menerbitkan 25 izin peribadatan untuk 21 gereja dan empat masjid di Kota Jogja. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Jogja Heroe Poerwadi menuturkan acuan perizinan berdasarkan lingkup wilayah peribadatan. Untuk lingkup provinsi menjadi wewenang Gugus Tugas Covid-19 DIJ. Seperti perizinan ibadah untuk Masjid Gede Kauman dan Masjid Gede Pakualaman.

“Begitupula rumah ibadah tingkat kota maka wewenang gugus tugas tingkat kota. Lalu tingkat kecamatan atau kampung dikeluarkan gugus tugas kecamatan,” jelasnya, Senin (27/7).

Mekanisme pengajuan perizinan tetap melalui Gugus Tugas Covid-19 yang dilengkapi dengan skema dan alur protokol kesehatan Covid-19. Termasuk susunan Satgas Covid-19 dan penanggung jawabnya.

Pasca pengajuan, penerapan protokol kesehatan Covid-19 akan diverifikasi. Merupakan peran dari Gugus Tugas Covid-19 sesuai wilayah. Dalam tahapan ini juga ada evaluasi atas penerapan protokol dan alurnya.

“Tim gugus tugas melakukan verifikasi lapangan, berdiskusi dan memberikan beberapa masukan agar protokol yg dijalankan lebih maksimal,” katanya.

Pengajuan perizinan tergolong ketat. Setidaknya ada 21 poin persyaratan yang wajib dipenuhi. Beberapa diantaranya penanggungjawab, susunan satgas Covid-19 hingga fasilitas yang dimiliki. Tentunya untuk screening setiap jamaah yang datang.

Gugus Tugas Covid-19 Jogja mencatat setidaknya ada ratusan rumah ibadah yang boleh melakukan peribadatan. Selain tingkat kota adapula di tingkat kecamatan. Meliputi 157 masjid, 10 musala dan 4 gereja.

“Kapasitas jamaah 50 persen dari kapasitas normal. Lalu skema alur jalan juga diatur. Sampai saat ini yg sudah mengajukan baru gereja dan masjid. Tempat ibadah lainnya belum mengajukan,” ujarnya. (dwi/tif)