RADAR JOGJA – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) DIJ menginisiasi hadirnya Jogjaversitas.id. Laman tersebut menjadi salah satu jalur baru bagi calon mahasiswa mendaftar ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di DIJ dengan cara lebih mudah.

Ketua Aptisi DIJ Fathul Wahid menjelaskan, laman yang ada adalah upaya Aptisi DIJ untuk menyelenggarakan promosi dan seleksi masuk PTS secara kolektif. Untuk meningkatkan animo pendaftar dan calon mahasiswa yang ingin kuliah di DIJ. Peluncuran Jogjaversitas.id menjadi bentuk kesiapan PTS yang ada di DIJ, dalam menyambut mahasiswa baru di tengah pandemi.

Laman jejaring seleksi bersama PTS, tambah Fathul, saat ini telah diikuti oleh lebih dari 40 PTS. Kurang lebih 80 program studi bisa menjadi pilihan pendaftar. Fathul mengaku, nantinya jumlah tersebut juga akan terus bertambah. “Seleksi masuk melalui jadi lebih mudah,” jelas Fathul Minggu (26/7).

Dalam laman tersebut tidak dicantumkan akreditasi PTS, baik institusi maupun program studi. Tujuannya adalah agar pendaftar aktif mencari informasi mengenai PTS dan program studi yang akan mereka pilih. Sekaligus mendorong PTS aktif memperbaiki laman jejaring institusi mereka.

Meskipun demikian, laman juga menyediakan fitur yang membantu mengarahkan calon pendaftar untuk menemukan tautan yang berisikan informasi tentang PTS yang diminati. Baik dari sumber terkait maupun PTS yang bersangkutan.

Menurut Fathul, pendaftar hanya perlu memasukkan nilai rapor di laman yang ada. Selanjutnya, pendaftar dapat memilih tiga program studi dari perguruan tinggi berbeda yang ada di wilayah DIJ. Nantinya, hasil seleksi diumumkan langsung setelah pendaftar selesai memilih program studi dan memasukkan nilai rapor.

Dengan pola seleksi tersebut, kehadiran Jogjaversitas dinilai memberikan kemudahan. Khususnya bagi masyarakat yang berdomisili di luar DIJ, untuk dapat mendaftar kuliah di berbagai PTS yang ada di DIJ tanpa harus keluar rumah. “Jogjaversitas bukan satu-satunya jalur bagi calon mahasiswa untuk mendaftar ke PTS, melainkan menjadi salah satu jalur saja,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LL Dikti Wilayah V DIJ, Didie Achjarie mengaku, konsep serupa Jogjaversitas juga digulirkan ke perguruan tinggi lain yang ada di wilayah LL Dikti selain Wilayah V. Harapannya, bisa diterapkan karena lebih baik dan efektif daripada mengembangkan sistem sendiri di masing-masing PTS.

Di DIJ, tambah Didie, tercatat ada sebanyak 7 PTS terakreditasi institusi A. Yang mana secara global, kampus-kampus di DIJ menunjukkan keinginan yang baik dalam mengembangkan institusinya. “Hal itu sangat positif, walaupun seperti diketahui, kondisi pandemi saat ini memberikan keterbatasan dalam beberapa hal,” kata Didie. (eno)