RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 Sleman mencatat 18 tenaga kesehatan positif Covid-19 dalam kasus periode Juni hingga Juli. Tercatat sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas maupun Rumah Sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo tak menampik akan bertambahnya angka kasus. Terlebih hingga saat ini belum semua rumah menjalani uji swab kepada tenaga kesehatan. Sementara untuk Puskesmas telah berlangsung seluruhnya.

“Sudah 25 Puskesmas dengan total karyawan kurang lebih 1.100 orang. Rumah sakit belum semuanya, masih bertahap,” jelasnya, ditemui di Pendopo Parasamya Setda Pemkab Sleman, Senin (27/7).

Dari total 1.100 tenaga kesehatan, tiga di antaranya positif Covid-19. Satu orang sudah dinyatakan sembuh. Lalu untuk rumah sakit terdapat lima tenaga kesehatan positif Covid-19. Seluruhnya merupakan hasil screening periode Juni hingga Juli.

Gugus Tugas Covid-19 Sleman juga mencatat adanya 10 kasus tenaga kesehatan diluar wilayah kerja Sleman. Statusnya adalah tenaga kesehatan yang bekerja di puskemas maupun rumah sakit wilayah Kabupaten Bantul dan Kota Jogja. Statusnya dokter, perawat, apoteker hingga tenaga laboratorium.

“Sepuluh tenaga kesehatan itu data screening dari Dinas Kesehatan Bantul maupun Kota Jogja. Jadi total 18 tenaga kesehatan periode Juni sampai Juli,” katanya.

Gugus Tugas Covid-19 Sleman telah melakukan swab kepada sekitar 2.000 tenaga kesehatan. Merupakan hasil screening maupun pelacakan kontak erat sebuah kasus. Skema ini merupakan wujud upaya swab massal kepada 5.000 warga Kabupaten Sleman.

Jajarannya juga terus berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Kota lainnya. Kaitannya adalah upaya screening dan tracing yang dilakukan oleh wilayah tersebut. Sehingga upaya pelacakan kasus lebih tuntas dan optimal.

“Terutama yang banyak kemarin dari Puskesmas di Bantul. Itu ternyata banyak yang pegawainya (KTP) Sleman dan kemudian masuk ke data Sleman. Tapi dirawatnya di rumah sakit yang ada di Bantul,” ujarnya. (dwi/tif)