RADAR JOGJA – Lumpuhnya sektor pariwisata dan pendidikan di DIJ akibat pandemi Covid-19 turut berimbas pada merosotnya perekonomian DIJ. Hal tersebut dikatakan Kepala Deputi BI Jogjakarta Miyono dalam diskusi bersama DPRD DIJ, Sabtu (25/7).

“Ketika pendorong (konsumsi) dari pariwisata dan mahasiswa (pendidikan) ini motornya berhenti, dampaknya ke mana-mana. Sudah pasti ekonomi kita berat,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana berharap Pemprov DIJ segera mengurai permasalahan ekonomi tersebut. Salah satunya dengan mengajak para rektor perguruan tinggi di DIJ untuk mengkaji kuliah tatap muka dengan protokol kesehatan. Disebutkan terdapat 140 perguruan tinggi di DIJ.

“Kami beri insentif kampus tak masalah, terutama agar mahasiswanya aman. Misalnya RDT gratis untuk mahasiswa bisa kerja sama dengan hotel untuk karantina. Kalau sudah boleh masuk kost, berarti sudah aman,” ungkapnya. (sky/tif)