RADAR JOGJA – Pemerintah kota Jogja meresmikan Kampung Sanggrahan RW 03, Semaki, Umbulharjo sebagai kampung cerdas. Kampung cerdas menjadi bagian penting yang disiapkan untuk masyarakat agar melek secara teknologi.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan ini bagian upaya pemkot untuk menyiapkan fasilitas wifi publik yang lebih praktis, murah, dan terjangkau. Dapat dimanfaatkan untuk mengakses apapun, salah satunya dari sisi pendidikan. “Manfaat yang didapat harus lebih banyak. Salah satunya dari sisi pendidikan untuk akses sekolah daring daripada membeli pulsa langsung,” katanya usai melaunching di Posko RW 03 Sanggrahan Kamis (23/7).

HP menjelaskan kelurahan semaki menjadi salah satu yang memulai langkah agar membuat warganya dapat terakses dengan internet. Fasilitas wifi publik ini dapat membantu banyak manfaat selain pendidikan juga dapat membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) atau industri rumah tangga. Kampung cerdas disamping memudahkan akses masyarakat untuk mencapai ke dunia online juga bisa meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat. “Kami mempunyai komitmen membantu masyarakat memahami tata cara memanfaatkan internet terutama untuk marketing,” ujarnya.

Menurutnya, melalui penggunaan sarana informatika dan teknologi dalam segala halĀ  selain bertujuan agar mengurangi interaksi satu sama lain. Masyarakat harus menyesuaikan dan mengikuti arus perubahan kepada kehidupan yang lebih baik.

Oleh karena itu, kampung cerdas adalah upaya pemkot Jogja dalam menyiapkan masyarakatnya agar mampu masuk ke dalam dunia yang sedang bergerak berubah. “Jangan sampai masyarakat tidak mampu mengikuti derap perubahan ini. Dengan kampung cerdas saya harapkan masyarakat bisa menyiapkan,” jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja, Tri Hastono mengatakan total sepuluh titik wifi publik di kelurahan Semaki merupakan dedikasi atau suport dari pihak swasta terhadap masyarakat kota Jogja. “Semua infrastruktur dari luar, 10 RW di Semaki semuanya sudah ada wifi,” katanya.

Dipilihnya Kampung Cerdas Sanggrahan karena melihat dari faktor kesiapan kampung yang melihat bahwa peluang tersebut menjadi satu hal yang bisa menjawab kebutuhan-kebutuhan masyarakat saat ini. “Dan di sini proaktif kalau peluang ini harus bisa masuk dan dimanfaatkan warga sekitar di Kampung Sanggrahan khususnya,” jelasnya.

Dia menambahkan masing-masing di sepuluh titik wifi publik tersebut memiliki kapasitas 20 Mpbs dan dapat diakses selama 24 jam secara gratis. Warga sekitar dapat mengakses di Posko RW 03 Sanggrahan atau masing-masing titik yang telah disediakan. “Karena ini belum bisa diakses ke rumah-rumah,” tambahnya.

Selain itu, untuk pendampingan atau pelatihan memahamkan masyarakat terhadap fasilitas wifi publik tersebut agar bisa dimanfaatkan dari berbagai sisi. Nantinya ada tim pendampingan ke kelurahan Semaki untuk pembelajaran yang kreatif atau pengoptimalan akses internet yabg sudah menjangkau di kelurahan Semaki tersebut. “Pelatihan juga dalam rangka pengguna harus mampu memfilter terutama orang tua harus mengawasi anak-anaknya terkait kemanfaatannya,” sambungnya.

Ketua Kampung Sanggrahan, Supadi mengatakan dengan fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan secara daring maupun UMKM yang bertujuan untuk mensejahterakan warga Kampung Sanggrahan. “Selama ini pembelajaran daring masing-masing masih menggunakan pulsa pribadi. Alhamdulillah sekarang sudah difasilitasi,” tambahnya.

Diantaranya sepuluh titik wifi publik di kelurahan Semaki berada di Kampung Sanggarahan yang terdiri dari beberapa titik yakni di RW 03 di Posko, RW 02 terletak di Masjid Nurul Fajri, RW 01 di Masjid Nurul Salam. “Lainnya kelurahan Semaki di Semaki Gede dan Semaki Kecil,” imbuhnya. (wia/bah)