RADAR JOGJA – Penyebaran Covid-19 di Gunungkidul belum sepenuhnya bisa dikendalikan.Baru-baru ini, satu klinik di Wonosari terpaksa ditutup sementara karena sejumlah tenaga kesehatan (nakes) positif terpapar virus korona.

Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan, ada penambahan sepuluh kasus baru. Dari data tersebut diantaranya merupakan tenaga kesehatan salah satu klinik wilayah Kapanewon Wonosari. “Lima nakes di klinik tersebut positif Covid-19,” kata Dewi saat dihubungi Kamis (23/7).

Dia menjelaskan, riwayat ke lima nakes pada faskes tingkat satu positif korona itu sedang dalam penelusuran. Mereka merupakan perempuan berusia 20 tahun, laki-laki usia 39 tahun, perempuan 19 tahun, perempuan usia 31 tahun, serta laki-laki usia 35 tahun. Untuk tiga nakes lain yang bertugas di RS swasta terdiri dari satu laki-laki berusia 42 tahun, serta dua perempuan berusia 27 dan 28 tahun. “Guna memutus mata rantai penyebaran virus korona, klinik di Wonosari tersebut ditutup sementara,” ujarnya.

Menurutnya, penambahan kasus dari tenaga kesehatan merupakan klaster baru. Namun demikian pihaknya belum bisa menyebutkan dari klaster mana. Hingga kemarin,  total ada 80 kasus korona di Bumi Handayani. Sebanyak 54 sembuh, dan satu meninggal. Total pasien positif yang masih dirawat sebanyak 35 orang, diantaranya dirawat di RSUD Wonosari dan RS luar wilayah Gunungkidul. “Kondisi klinik yang ditutup sementara sudah tidak ada pasien, atau kosong,” ucapnya.

Sementaraitu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, peningkatan signifikan jumlah korona dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, penyakit dibawa warga yang melakukan perjalanan ke luar DIJ yang berstatus zona merah. “Seperti zona merah di wilayah barat yang terkonfirmasi positif menulari lima orang warga,” kata Immawan.

Kedua, penularan karena interaksi dilingkungan kerja, dan hasil karantina reaktif hasil rapid test menunjukkan swab positif. Untuk itu pemkab mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker,cuci tangan sesering mungkin, dan tidak berkerumun. “Tidak perlu panik tetapi jangan menyepelekan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pihak terkait, dalam waktu dekat akan dilakukan swab massal untuk lebih 1000 orang warga. Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan kasus lagi, meski tidak diharapkan. (gun/bah)