RADAR JOGJA – Jika Anda warga Bantul dan tidak mengenakan masker saat keluar rumah, siap-siap merogoh kocek Rp 100 ribu untuk membayar denda. Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan sanksi administrasi dan denda bagi pelanggar Peraturan Bupati (Perbup) nomer 79/2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19. Perbup ini disahkan dan ditanda tangani oleh Bupati Bantul Suharsono, Selasa (21/7) lalu.

Sanksi administrasi yang diterapkan untuk masyarakat yang tidak memakai masker berupa teguran, larangan untuk memasuki lokasi kegiatan masyarakat, pembinaan edukatif dan tidak diberikan layanan publik selama 14 hari. Sedangkan sanksi denda sebesar Rp 100 ribu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul Helmi Jamharis menerangkan, tujuan dari sanksi-sanksi tersebut untuk mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan di wilayah Bantul.

“Sanksi maupun denda administrasi bukan yang utama, tapi memberikan edukasi kepada masyarakat agar sama-sama saling menjaga dan mencegah penyebaran virus Covid-19. Kami ingin Perbup ini berhasil dan minim dengan sanksi,” di Kantor Pemkab Bantul, Kamis (23/7)..

Perbup tersebut juga mengatur para pelaku perjalanan baik dari atau menuju Kabupaten Bantul. Pendatang wajib melakukan karantina mandiri selama 14 hari dengan pemantauan oleh tenaga kesehatan. Teguran akan diberikan bagi yang melanggar, dan bagi yang menghalangi proses karantina akan didenda sebesar Rp 500 ribu.

“Test swab atau rapid juga memungkinkan dilakukan bila ada laporan lebih lanjut,” tandasnya. (sky/tif)