RADAR JOGJA – Laboratorium Ilmu Pemerintahan (Lab IP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali dipercaya sebagai pihak ketiga penyelenggara seleksi pamong desa. Lab IP UMY menjadi penyeleksi Pamong Pemerintah Desa (Pemdes) Panjangrejo, Pundong, Bantul.

Meski di tengah pandemi Covid-19, Koordinator Laboratorium Ilmu Pemerintahan Sakir Ridho Wijaya, SIP, MIP memastikan proses penyelenggaraan seleksi sudah sesuai protokol Covid-19. Selain sudah mendapat izin dari rektorat, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Satgas Gugus Covid UMY. ”Kami pastikan aman dan proses seleksi berjalan lancar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sakir menjelaskan, UMY sendiri merupakan salah satu kampus rujukan dalam penanganan Covid-19 di bidang pendidikan dan kampus. Setiap proses seleksi, katanya terdapat lima personel dari Satgas Gugus Covid UMY yang terus mengawal dan mengingatkan.

”Sesuai protokol kesehatan Covid-19. Mulai dari cek suhu tubuh, cuci tangan, pemakaian hand sanitizer, hingga physical distancing,” katanya.

Kali ini, seleksi pamong desa diikuti 12 calon untuk mengisi posisi dukuh Gedangan dan Jetis. ”Hal ini telah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Bantul No 5/2018 tentang Pamong Desa,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Selasa (21/7).

Sakir menjelaskan, Perda tersebut mengatur pengisian pamong desa atau kelurahan harus bekerjasama dengan pihak ketiga. Umumnya, pihak ketiga yang dipilih adalah universitas. Untuk menjaga netralitas seleksi dan memiliki kompetensi yang terakreditasi sesuai dengan materi ujian. ”Kami ditunjuk oleh Desa Panjangrejo untuk menyeleksi calon dukuh Gedangan dan Jetis,” sebutnya.

Perlu diketahui UMY memiliki Prodi Ilmu Pemerintahan yang sudah empat kali terakreditasi A oleh BAN PT. Selain itu, kampus ini memiliki laboratorium yang komplet. Mata kuliah yang diajarkan pun sesuai dengan kompetensi pemilihan Pamong Desa. Karenanya, UMY telah beberapa kali mendampingi pemilihan Pamong Desa.

Sakir menegaskan, pihaknya tidak menjadi penentu terpilihnya seorang pamong desa. Tetapi hanya menjadi penyelenggara seleksi. Selanjutnya, hasil diserahkan ke Pemdes Panjangrejo. Seleksi terbagi dalam empat sesi, yaitu tes ujian tertulis, ujian psikotes, wawancara, dan ujian praktik. Ujian praktik terdiri dari ujian komputer dan pidato. Baik Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jawa

”Selanjutnya pengumuman hasil akan diumumkan pihak pemdes dan panitia langsung,” sebutnya.

Sakir menjamin, pemdes tidak dapat melakukan intervensi dalam proses seleksi. Materi ujian dan penilaian murni dilakukan oleh pihak Lab IP UMY. ”Kami menjaga profesionalitas,” tegasnya.

Sakir berharap, seleksi yang diselenggarakannya dapat membantu Pemdes Panjangrejo memilih dukuh yang ideal dan kompeten. Mampu menangkap peluang dan menjawab tantangan dalam dinamika pemerintahan. ”Dengan begitu, pembangunan di desa bisa cepat, tepat, dan terarah,” sebutnya.

Ketua Panitia Pemilihan Pamong Desa Joko Irianto mengungkapkan, pemilihan dukuh sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Tapi Pemdes juga tidak boleh membiarkan pamong di desanya kosong terlalu lama. ”Jadi kami harus mencari pihak ketiga yang bebas dari kecurangan, berakreditasi A, dan sudah dipercaya oleh masyarakat. Kami percaya pada Lab IP UMY,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Desa Panjangrejo Murdoyono berharap seleksi yang dilakukan Lab IP UMY benar-benar berkualitas dan dapat mengayomi masyarakat serta amanah. Disebutkan, seleksi akan menjaring dua peserta dengan rangking tertinggi. Bila calon dukuh tersebut tidak memiliki masalah hukum, rangking tertinggi akan ditetapkan sebagai dukuh terpilih. ”Alhamdulillah, terima kasih banyak, kami semua puas penyelenggaraan seleksi yang dilakukan lab IP UMY,” sebutnya. (sce/naf/ila)