RADAR JOGJA – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sleman, membantah telah meliburkan pelayanan di kantornya akibat seorang pegawai terinfeksi Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman, Pustopo mengaku tidak pernah meliburkan pelayanan di kantornya. Terlebih ada kabar 28 pegawai yang turut melakukan test swab.

Hanya, Pustopo membenarkan jika ada beberapa pegawai yang ikut hadir ke pernikahan pegawai lain yang saat ini positif Covid-19 pada 9 Juli. “Bukan saat menjenguk sakit. Setelah pernikahan, tidak ada interaksi langsung dengan yang bersangkutan,” kata Pustopo Rabu (22/7).

Mengetahui hal tersebut, hanya ada enam karyawan yang saat ini melakukan work from fome (WFH) dan melakukan test swab. Sedangkan untuk pelayanan yang ada di dinas, masih tetap beroperasi dan mengutamakan pelayanan virtual.

Saptono mengaku, dirinya tidak ikut tes swab karena tidak ikut menghadiri pernikahan di Klaten, Jawa Tengah. Untuk saat ini, pegawai yang dinyatakan positif tengah melakukan perawatan di RSPAU Hardjolukito.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmaladewi membenarkan jika pada Rabu (22/7) berlangsung tes swab bagi 50 aparatur sipil negara (ASN) di Asrama Haji Sleman. Hanya saja, ia tidak membenarkan jika seluruh kuota dikhususkan untuk Dinas Koperasi dan UKM. “Tes swab untuk dinas koperasi dan beberapa instansi lain,” ungkap Evie.

Selain swab, tambah Evie, Pemkab Sleman juga mengadakan rapat terkait penanganan Covid-19. Khususnya rencana swab masal di pondok pesantren yang akan dilakukan dalam waktu dekat. “Saat ini baru mau diurutkan jumlah ustadznya,” tambahnya. (eno/bah)