Kebiasaan menabung merupakan kesadaran individu. Tapi pengalaman menabung salah satu keluarga di wilayah Kapanewon Patuk, Gunungkidul, ini ramai menjadi perbincangan publik karena uang jutaan rupiahnya nyaris ludes dimakan rayap. Lha kok bisa?

GUNAWAN, Gunungkidul, Radar Jogja

RADAR JOGJA – Hal ini yang dialami Sunardi, 61, warga Plumbungan, Putat, Patuk. Ketika tabungannya diambil, ternyata kondisnya mengenaskan. Lembaran duit ratusan ribu yang dimasukkan ke dalam kantong plastik, rusak parah.

“Setelah dihitung total ada Rp 4 juta dalam bentuk lembaran seratus ribuan yang sudah dimakan rayap,” kata Andri Purwanto, anak sulung Sunardi, saat ditemui Radar Jogja Rabu (22/7).

Dikatakan Andri, kejadian sedih sekaligus lucu ini berlangung pada Selasa (22/7). Sunardi selama ini tinggal di rumah anak nomor dua. Namun dia menyimpan uang di rumah lama yang kini tidak dihuni lagi. Jarak kedua rumah itu sekitar 500 meter.

Nah, pada saat Sunardi hendak membeli bahan bangunan untuk rehap rumah dibuat kaget. Duit yang disimpan dalam tas plastik hitam, nyaris tak berbentuk lagi. Saat dibuka, uangnya telah rusak dimakan rayap.

“Saya langsung ke BI (Bank Indonesia) di Jogjakarta, tetapi belum sampai masuk diberitau oleh satpam jika layanan penukaran uang sedang tutup,” ucapnya.

Diakui, ayahnya yang berprofesi sebagai petani memang suka menabung uang, tapi lupa tempat menaruhnya. Bulan lalu uang diletakkan ke dalam saku baju. Sang istri, Jumini, mengira baju kumal itu sudah tak terpakai.

Dia berinisiatif memanfaatkan barang bekas itu untuk dijadikan ‘wong-wongan sawah’. “Ternyata di dalam saku ada uangnya. Untunge (beruntung, Red) duitnya masih ada,” kata Jumini.

Tidak hanya itu, dulu Sunardi juga pernah lupa menyimpan uang sekitar Rp 2,5 juta. Setelah ketemu, ternyata sudah berumur lama dan tidak bisa lagi digunakan untuk transaksi alias kadaluwarsa. Atas kejadian ini, Sunardi dan keluarga berbagi pesan kepada semua agar hati-hati menyimpan uang. (laz)