RADAR JOGJA – Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Sleman dinyatakan positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pasien diketahui berinisial IR, perempuan berusia 46 tahun. Statusnya sebagai ASN Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM) Kabupaten Sleman.

Kepala Dinkop dan UKM Sleman Pustopo membenarkan adanya kasus tersebut. Pasien tersebut masih berstatus ASN aktif bekerja.

“Benar dia ASN jajaran dinas saya, positif kemarin (21/7). Langsung tracing dengan swab. Ada 12 orang yang sudah ditindaklanjuti dengan swab,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (22/7).

Pustopo menceritakan detil munculnya kasus positif. Berawal saat IR izin tidak bekerja. Keperluannya untuk melangsungkan pernikahan. Setelah melewati masa izin cuti ternyata belum beraktivitas di kantor.

Pihaknya langsung mencari informasi terkait absennya ASN IR. Lalu berujung dengan permintaan surat keterangan dokter. Saat itulah didapati bahwa IR positif Covid-19.

“Tanggal 8 Juli yang bersangkutan cuti untuk melaksanakan pernikahan kedua yang berlangsung 9 Juli. Sejak cuti itu sampai hari ini belum masuk. Lalu kirim surat keterangan dokter yang hasilnya positif (Covid-19),” katanya.

Pasca dinyatakan positif, IR langsung menjalani rawat inap isolasi di RSPAU Hardjolukito. Upaya medis selanjutnya adalah tracing kepada kontak erat. Dalam penelusuran ditemukanlah 12 kontak erat.

“Jadi yang diswab itu rekan si ASN, lalu yang satu ruangan dan satu lagi dari dinas lain. Mereka yang satu ruangan saya minta untuk isolasi diri sampai hasil swab keluar. Untuk kerja sementara saya minta WFH,” ujarnya.

Terkait operasional, Pustopo memastikan tak ada penutupan Kantor Dinkop dan UKM. Aktivitas masih berlangsung normal. Walau begitu penerapan protokol kesehatan Covid-19 tetap berlaku ketat.

“Operasional tidak tutup, tetap normal. Pelayanan juga tetap jalan. Tapi kami juga menerapkan sistem daring untuk sejumlah layanan publik,” katanya.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo menuturkan tracing menyasar kontak erat pasien. Selain rekan kerja adapula keluarga dan teman lingkungan. Pasien ini juga telah menjalani rawat inap isolasi sejak 15 Juli di RSPAU Hardjolukito.

Tindaklanjut dari kasus ini adalah sterilisasi tempat kerja. Upaya ini dilakukan atas koordinasi Dinkes dan Dinkop dan UKM. Hasilnya adalah tindakan sterilisasi oleh dinas pengampu.

“Dari kajian kami sebetulnya tempat kerjanya (Dinkop dan UKM) sudah rutin dilakukan disinfeksi pagi dan sore. Sehingga tidak secara khusus dilakukan sterilisasi,” ujarnya. (dwi/tif)